Banjir di Rote Ndao, 40 Warga Mengungsi – BPBD NTT Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 8 Februari 2025 | 16:48 WIB
BPBD NTT salurkan bantuan korban bencana
BPBD NTT salurkan bantuan korban bencana

NTTHits.com, Kupang - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi NTT melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Rote Ndao akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat pagi. Kali Noanadale meluap dan menyebabkan sembilan Kepala Keluarga (KK) atau 40 jiwa terdampak, termasuk lansia, ibu menyusui, serta anak-anak.

Banjir Rote Ndao: Warga Mengungsi, Sumur Terendam Lumpur

Banjir terjadi di Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain, sejak pukul 06.00 WITA. Meski tidak ada korban jiwa dan rumah tetap berdiri, dua sumur air bersih milik warga terendam lumpur. Untuk sementara, para korban telah dievakuasi ke tempat pengungsian sementara.

Baca Juga: BNPB: Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam, Waspada Cuaca Ekstrem!

BPBD Kabupaten Rote Ndao segera bertindak dengan melakukan kaji cepat di lokasi. Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik seperti kasur, selimut, makanan siap saji, dan makanan tambahan bagi anak-anak. Namun, kebutuhan mendesak seperti tambahan tenda pengungsian dan logistik masih diperlukan.

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan di desa masing-masing, terutama menghadapi potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan Cuaca NTT: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah di NTT, termasuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, dan Rote Ndao. Beberapa daerah juga berisiko mengalami angin kencang serta gelombang tinggi, terutama di perairan selatan NTT.

Baca Juga: Bencana Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada!

Suhu Udara: 21 - 30°C (dataran rendah) dan 13 - 24°C (dataran tinggi).
Angin: Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan hingga 40 km/jam.

BMKG juga mengeluarkan peringatan maritim terkait peningkatan gelombang laut:
2,5 - 4 meter di Selat Sumba, Laut Sawu, dan Perairan Kupang-Rote.
4 - 5 meter di Samudera Hindia Selatan NTT, berisiko tinggi bagi kapal besar.

Warga, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk berhati-hati terhadap gelombang tinggi dan angin kencang.

Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Siaga, Dua Gunung Lain Waspada

Dalam laporan terbaru, tiga gunung api di NTT masih berstatus waspada hingga siaga:
???? Gunung Lewotobi Laki-laki (Flores Timur) – Level III (Siaga).
???? Gunung Iya (Ende) & Ili Lewotolok (Lembata) – Level II (Waspada).

Penduduk di sekitar gunung tersebut diminta tetap waspada terhadap potensi erupsi dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.

Baca Juga: Tim Gabungan BNPB Kerahkan Alat Berat untuk Buka Akses Jalan di Kabupaten Mamuju

Gempa Bumi: Nihil Aktivitas Seismik Signifikan

Hingga pukul 22.00 WITA, pemantauan kegempaan di NTT tidak mencatat adanya gempa signifikan yang dirasakan masyarakat.

Langkah BPBD NTT: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

BPBD Provinsi NTT terus melakukan pemantauan situasi kebencanaan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk grup WhatsApp, radio, dan media sosial. Selain itu, koordinasi dengan BNPB, BMKG, serta instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap potensi bencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X