NTTHits.com, Belu - Sinergi dan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Nusa tenggara Timur (NTT) bersama Korem 161 Wirasakti dan Kodim 1605 Belu untuk mendukung ketahanan pangan NTT.
Selaras dengan visi dan misi Pemerintah Indonesia melalui implementasi Asta Cita untuk mendorong pertahanan keamanan negara melalui swasembada pangan, potensi pertanian di NTT khususnya desa Naekasa, Kabupaten Belu turut didorong melalui tanam perdana yang dilakukan bersama pada Minggu, 26 Januari 2025 lalu.
Baca Juga: Messi Pulang ke Barcelona, Neymar Menganggur: Akankah Dua Bintang Ini Reuni?
Semangat mewujudkan visi dan misi Pemerintah Pusat juga di Kabupaten Belu, sebagai beranda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tidak lepas dari sinergi yang terbangun antara KPw BI NTT dengan TNI.
"Tanam Perdana sebagai wujud kolaborasi masyarakat dengan pemangku kepentingan untuk mewujudkan NTT yang lebih sejahtera di tahun 2025,"kata Kepala KPw BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis, Rabu, 29 Januari 2025.
Baca Juga: DeepSeek vs ChatGPT: Duel Sengit AI China vs AS, Siapa Lebih Unggul?
Ia menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT dengan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya dalam bidang pertanian, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat lokal dalam hal ini petani menjadi salah satu faktor yang mendukung kesuksesan berbagai program kerja yang telah dirumuskan.
Dalam kegiatan tanam perdana di kabupaten Belu, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati dan komandan Korem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, turut hadir juga kelompok tani Wae Babotok yang menjadi salah satu penerima bantuan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) oleh KPw BI NTT.
Keterlibatan kelompok tani yang menerima bantuan berupa 1 (satu) unit traktor roda empat, 1 (satu) unit sumur bor dan 1 (satu) paket Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) yakni benih cabe rawit, tomat, dan obat-obatan diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus untuk meningkatkan produktivitas pertanian para petani di kabupaten tersebut, sehingga bantuan yang diterima dapat bermanfaat untuk keberlangsungan aktivitas pertanian yang dijalankan.
"Keberlanjutan produktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Belu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis,"tambah Agus.
Baca Juga: DeepSeek Guncang Pasar AI! 4 Fakta Menohok yang Bikin AS Panik, Nvidia Rugi Rp9.731 Triliun!
Hasil pertanian dari kegiatan tanam bersama ini, nantinya akan diserap oleh Dapur Sehat untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga merupakan program kerja Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, untuk memberikan asupan bergizi dan berkualitas bagi anak-anak sekolah di setiap daerah yang ada di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Belu.
Berbagai langkah sinergi dimaksud dapat memberikan dukungan bagi kelompok tani, sehingga produk-produk pertanian yang dihasilkan, secara keseluruhan di Kabupaten Belu dapat terserap, dan dimanfaatkan dengan baik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya hasil pertanian dari tanam perdana yang dilaksanakan bersama masyarakat desa Naekasa, Kabupaten Belu. (*)