DPP PATRIA Bahas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Yang Berhadapan Dengan Hukum dan HAM

photo author
- Jumat, 24 Januari 2025 | 12:28 WIB
Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP PATRIA) saat menyampaikan sejumlah agenda strategis terkait perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri di Kementerian PPMI. Senin, 20 Januari 2025 (Dok. Kementerian PPMI)
Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP PATRIA) saat menyampaikan sejumlah agenda strategis terkait perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri di Kementerian PPMI. Senin, 20 Januari 2025 (Dok. Kementerian PPMI)

NTTHits.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP PATRIA) menyampaikan sejumlah agenda strategis terkait perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri.

Salah satunya adalah mendorong penguatan pemahaman tentang Migrasi Aman pada Pekerja Migran Indonesia lewat Sosialisasi GEMA HATI MIA (Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman).

Selain itu, pendampingan peningkatan keterampilan Pekerja Migran Indonesia melalui BLK LN PMI (Balai Latihan Kerja Luar Negeri Pekerja Migran Indonesia) dan Migrasi Aman melalui LTSA PMI (Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia ).

Selanjutnya terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri yang berhadapan dengan Hukum dan HAM.

Baca Juga: Kejati NTT Diminta Lidik Kasus Dugaan Korupsi Penarikan Panjar Rp1,5 Miliar Bank NTT

Hal disampaikan DPP PATRIA dipimpin Ketua Umum Agustinus Tamo Mbapa (Gustaf) saat beraudiensi dengan Wakil Menteri PPMI Christina Aryani diwakili Plt. Dirjen Penempatan Mocharom Ashadi dan Direktur Penempatan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan Dr. Yayan Hemuyadin di Kantor Kementerian PPMI, Jakarta, Senin , 20 Januari 2025.

Selain Gustaf, hadir juga dari jajaran DPP PATRIA yaitu Gabriel Goa, David Tamara, Friederich Batari dan Simon Resi (PATRIA Jakarta) serta Capt. Edward Argus Semara (Asosiasi Pekerja Migran Indonesia).

Gustaf berterima kasih kepada Kementerian PPMI yang responsif sehingga dapat beraudiensi dengan DPP PATRIA.

Menurut Gustaf, DPP PATRIA yang menghimpun para alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) siap bersinergi untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja Migran Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gabriel Goa juga menekankan pentingnya Sosialisasi Pencegahan Human Trafficking dan Migrasi Aman di sejumlah daerah antara lain Sumatera Utara (kantong nomor 1 (satu) Human Trafficking modus operandi online scam).

Kemudian, Kalimantan Barat (kantong human trafficking nomor 2 (dua) online scam dan nomor 1 (satu) pengantin pesanan.
Selanjutnya, Sulawesi Utara (kantong human trafficking nomor 3 (tiga) online scam dan nomor 1 (satu) human trafficking untuk tujuan eksplotasi seksual.

“Selain itu, Nusa Tenggara Timur (kantong human trafficking nomor 1 (satu) PRT dan Buruh Sawit ke Negeri Jiran,” ujar Gabriel Goa, yang diwawancarai terpisah NTTHits.com, Jumat, 24 Januari 2025.

Pendampingan Pekerja Migran
DPP PATRIA juga mendorong penambahan atau peningkatan keterampilan kerja Pekerja Migran Indonesia lewat Balai Latihan Kerja dan lain-lainnya agar mereka berangkat benar-benar sebagai Pekerja Migran Indonesia yang Terampil dan Ahli serta Migrasi Aman Melalui LTSA.

Pemberian pengetahuan keuangan yang cukup sehingga hasil kerja di negeri lain benar meningkatkan taraf hidup keluarganya (budaya menabung untuk investasi Purna PMI). Pendampingan Advokasi bagi Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri yang menjadi Korban Pelanggaran Hukum dan HAM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X