Pemerintah Percepat Evakuasi Warga di Radius Bahaya Erupsi Gunung Ibu

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 17 Januari 2025 | 19:33 WIB
Evaluasi warga letusan Gunung ibu
Evaluasi warga letusan Gunung ibu

NTTHits.com, Halmahera Barat – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat proses evakuasi warga yang berada di zona bahaya erupsi Gunung Ibu.

Hingga kini, enam desa di Kecamatan Tabaru telah masuk dalam prioritas evakuasi sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan status Awas (Level 4).

Rapat koordinasi digelar pada Jumat (17/1) di Pos Komando Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ibu, Kantor Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara. Rapat tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Sistem Strategi BNPB Raditya Jati, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Andria Yuferryzal, Forkopimda Halmahera Barat, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat.

Evakuasi Warga Enam Desa Prioritas
Bupati Halmahera Barat, James Uang, menegaskan pentingnya relokasi sementara warga dari enam desa yang masuk dalam radius 5–6 km dari puncak Gunung Ibu.

Baca Juga: 120 Warga Evakuasi Mandiri ke Pos Pengungsian Akibat Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat

“Warga harus meninggalkan desa mereka sementara waktu demi keselamatan. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat agar mendukung proses evakuasi ini,” ujar James.

Desa-desa tersebut meliputi Desa Sangaji Nyeku, Desa Sosangaji, Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, dan Desa Todoke. Hingga kini, seluruh warga Desa Sangaji Nyeku telah berhasil dievakuasi ke beberapa titik pengungsian oleh tim gabungan.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di zona bahaya. “Keamanan warga adalah prioritas utama. Kami minta warga mematuhi aturan dan menghindari aktivitas di area berbahaya,” tambah James.

Baca Juga: Gunung Ibu Naik Status ‘Awas’, Warga Maluku Utara Diimbau Siaga Penuh

Dandim 1501/Ternate: Fokus Evakuasi dalam Dua Hari
Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono, Komandan Posko Penanganan Darurat, mengungkapkan bahwa evakuasi lima desa tersisa akan menjadi fokus utama dalam dua hari ke depan.

“Sebanyak 260 personel TNI, Polri, Satpol PP, dan tenaga kesehatan telah dikerahkan. Harapan kami, semua warga dapat dievakuasi dalam waktu dua hari,” kata Adietya.

BNPB: Kolaborasi untuk Keselamatan Warga
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menangani bencana ini.

“Kami memastikan tidak ada kesenjangan di lapangan. Tugas bersama hari ini adalah memastikan warga berada di zona aman dan tidak ada aktivitas di kawasan rawan,” tegas Raditya.

Raditya juga menyebut kesiapan pemerintah daerah sudah berjalan dengan baik. “Pemerintah pusat akan terus mendukung. Namun, kesiapan pemerintah daerah hingga saat ini patut diapresiasi,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X