FKUB Didorong Lebih Optimal, Membangun dan Berdayakan Umat Beragama Untuk Kerukunan dan Kesejahteraan Bersama

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 13 Desember 2024 | 10:06 WIB
Dialog Forum FKUB
Dialog Forum FKUB

NTTHits.com, Kupang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di daerah didorong untuk lebih optimal dalam membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama guna kerukunan dan kesejahteraan bersama.

Hal tersebut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ekonomi Sosial Budaya, dan Agama Badan Kesbangpol Kota Kupang, Maria S. Ludji Nguru, saar mengelar dialog Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertema “Kerukunan dan Perizinan Pendirian Rumah Ibadah di Kota Kupang”.

Baca Juga: Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2024 di Kupang dan Launching Album Musik Artcollabs: Frekuensi Perangkap Tikus “Menenun Suara Timur”

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemberdayaan FKUB di daerah agar dapat lebih optimal dalam membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan bersama,” kata Maria, Jumat, 13 Desember 2024.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, juga menyampaikan, pentingnya kerukunan hidup beragama sebagai wujud nyata dari semangat toleransi dan gotong royong. Ia menilai keberagaman yang dimiliki Kota Kupang, baik dari segi agama, suku, maupun budaya, merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dijadikan teladan bagi daerah lain.

Baca Juga: Pemkot Kupang Sosialisasi Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah 2024

“Kerukunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. Mari bersama-sama menjaga persatuan, menghindari perpecahan, dan saling menghormati agar Kota Kupang tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang,” ujar Ignasius.

Selain itu juga, disoroti berbagai persoalan sosial yang sering kali bernuansa agama, suku, dan golongan.Ignas mengingatkan bahwa menjaga kerukunan hidup di tengah masyarakat adalah tugas bersama yang harus dilaksanakan dengan kesadaran dan komitmen penuh oleh seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Stabilisasi Harga Bahan Pokok Jelang Natal, Bulog NTT Gandeng 12 Mitra Distributor Gelar pasar Murah

Lebih lanjut, Ignasius menjelaskan bahwa kerukunan hidup antarwarga memiliki kaitan erat dengan terciptanya iklim yang kondusif untuk investasi dan pembangunan ekonomi.

“Kerukunan antarumat beragama akan mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tutup Ignas. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X