Sejumlah Daerah di NTB Alami Bencana Kekeringan, Enam Wilayah Ditetapkan Siaga Darurat

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 26 September 2024 | 14:41 WIB
Kepala BNPB RI dan Pj Gubernur NTB
Kepala BNPB RI dan Pj Gubernur NTB

NTTHits.com, Mataram - Sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda bencana kekeringan yang mengakibatkan masyarakat mengalami krisis air bersih.

Adapun sebanyak enam wilayah yakni Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Dompu, Bima, dan Kota Bima telah ditetapkan status siaga darurat, sementara wilayah lainnya yakni, meliputi Sumbawa Barat, Sumbawa, Lombok Barat dan Kota Mataram masih dalam proses penetapan status tanggap darurat.

Baca Juga: Pj Wali Kota Kupang Ajak Para Guru Sekolah Dasar Kembangkan Potensi Diri Secara Mandiri

"Hari ini dilakukan rapat koordinasi sebagai bentuk respon pemerintah atas bencana yang terjadi, yang mana telah ditetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat oleh kabupaten dan kota di Provinsi NTB," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kamis, 26 September 2024.

Bencana kekeringan yang terjadi di NTB berdampak pada 71 kecamatan, 272 desa dan kelurahan, serta 515.205 jiwa terdampak. Bencana kekeringan ini telah menyebabkan krisis air bersih dan lahan pertanian seluas 10 hektare mengering. Bencana kekeringan tersebut terjadi salah satunya disebabkan rendahnya curah hujan di wilayah NTB sesuai dengan perkiraan cuaca BMKG. 

Baca Juga: Indosat Tambah Kapasitas Jaringan Dukung MotoGP Mandalika 2024

Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemda setempat menyiapkan tiga langkah upaya penanggulangan bencana kekeringan yakni memastikan kebutuhan air sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan mendorong secara langsung distribusi air bersih menggunakan mobil tangki air, membuat sumur bor dalam, hingga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan.

"BNPB dan pemprov bekerjasama untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi," tambah Suharyanto.

Berdasarkan kajian InaRISK, Nusa Tenggara Barat merupakan daerah dengan risiko bencana kekeringan yang indeks skornya sedang hingga tinggi. Guna mendukung penanganan darurat berjalan optimal, BNPB pada kesempatan yang sama juga menyerahkan dukungan dana operasional penanganan darurat bencana kekeringan kepada pemprov dan pemerintah kota serta kabupaten.

Baca Juga: BPK NTT Mulai Periksa Kinerja Pengelolaan Keuangan APBD Pemkot Kupang

Adapun total dukungan dana operasional tersebut senilai Rp.2,3 miliar  yang terbagi masing-masing sebesar Rp.300 juta untuk BPBD Provinsi NTB dan Rp.200 juta masing-masing untuk 10 BPBD kabupaten dan kota.

Selain itu, dukungan logistik dan peralatan yang juga diserahkan secara simbolis terdiri dari tandon air 5.000 liter sebanyak 20 unit, pompa dorong lima set, Breeching Dividing berukuran 2,5 sebanyak lima unit, Breeching Dividing berukuran 1,5 20 unit, selang pemadam kebakaran 2,5 300 roll, dan selang pemadam 1,5 200 roll, pompa alkon 10 set, tenda pengungsi 2 unit, dan light tower 1 unit. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X