Soal sampah, kata Billy, akan dilakukan pengelolaan secara baik dengan menetapkan retribusi sampah baik bagi rumah tangga maupun perusahaan-perusahaan untuk membantu meningkatkan PAD.
Saat ini sedang dikembangkan sistem aplikasi containder yang dapat membantu pemerintah mengatasi masalah pengelolaan sampah secara modern dan inovatif. Selain itu melalui aplikasi ini semua perusahaan baik perhotelan, restoran dan sebagainya dapat terekam dalam sistem, sehingga retribusi juga dapat diperoleh dan tercatat dengan baik. Aplikasi tersebut juga dapat memantau petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dalam melakukan tugasnya di lapangan.
Di bidang kesehatan, tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden (KSP), Erlinda, menyampaikan tujuan kunjungannya ke Kota Kupang untuk memantau program penurunan prevalensi stunting. Diakuinya sejumlah daerah di NTT untuk angka prevalensi stunting masih cukup tinggi, namun pemerintah pusat akan memberikan intervensi-intervensi kepada pemerintah daerah untuk terus berjuang menurunkan angka stunting dengan meningkatkan dan memperkuat asupan gizi bagi ibu dan bayi.
Sementara bidang pendidikan, ada beberapa rekomendasi kebijakan yang disampaikan antara lain pada bidang digital, masih ada fasilitas pendidikan seperti laboratorium maupun komputer dan internet khususnya pada SD hingga SMP yang belum memadai. Selain itu ada rekomendasi terkait pendidikan vokasi di Kota Kupang, harapannya Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat menyiapkan pendidikan vokasi yang lebih terampil dan siap kerja dalam menghadapi potensi pertumbuhan ekonomi.
Pj. Wali Kota Kupang, Fahren Funay, mengakui kemiskinan masih menjadi masalah yang masih menjadi oekerjaan rumah bagi pemerintah yang harus diatasi, khusus masalah stunting juga masih dalam tahap penurunan angka prevalensi.
Baca Juga: Diskominfo - Dinas Pendidikan Kota Kupang Kolaborasi Program Digital Literacy Goes to School
"Kemiskinan masih jadi menjadi PR bagi pemerintah yang harus diatasi, khusus masalah stunting juga masih dalam tahap penurunan angka prevalensi,"kata Fahren
Diakuinya data angka stunting masih menjadi masalah dan simpang siur. Hal ini disebabkan masih banyak warga dari luar Kota Kupang yang berdomisili sementara dan melahirkan anak di Kota Kupang kemudian tercatat dalam data stunting Dinkes Kota Kupang. Namun usai melahirkan orang tua dan anak tersebut kembali ke daerah asalnya sehingga data tidak tercatat dengan baik.
Terkait pendidikan, Fahren menyampaikan melalui program dan fasilitas pendidikan yang baik dari pemerintah pusat maka pendidikan di Indonesia akan semakin maju, khususnya di daerah Terdepan, Terpencil dan Terluar (3T). (*)
Artikel Selanjutnya
Diskominfo - Dinas Pendidikan Kota Kupang Kolaborasi Program "Digital Literacy Goes to School"
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.