NTTHits.com, Kupang - Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Nusa Tenggara Timur (NTT), Pdt.Semuel B. Pandie, S.Th, mengatakan, pendeta sebagai pelayan harus bisa membawa diri untuk hadir dalam komunitas.
Hal tersebut disampaikan dalam suara gembal saat perayaan ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Gereja Marturia Oesapa Selatan (Jemaros) wilayah Klasis Kota Kupang Timur.
"Pendeta sebagai pelayan harus bisa membawa diri untuk hadir dalam komunitas, adalah poin kedua dari 3 prinsip dasar yang wajib dipikul oleh seorang pendeta,"kata Ketua Sinode GMIT dalam Suara Gembala, Selasa, 11 Juni 2024.
Adapun, prinsip dasar yang wajib dipikul oleh seorang pendeta dalam melayani Tuhan, menurut dia terdapat 3 hal, yang menjadi ukuran yang harus dilakukan yaitu adalah kekuatan keheningan seorang pendeta.
Kedua, pendeta sebagai pelayan harus bisa membawa diri untuk hadir dalam komunitas, mampu menjadikan kehidupan orang lain sebagai laboratorium kehidupan, tetapi juga dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Dan yang ketiga, kemampuan melayani karena didalam pelayanan akan menghadirkan identitas Allah yang sungguh-sungguh, sehingga dapat menunjukkan karakter Allah yang pengasih, penyayang, penuh belas kasihan, setia dan adil.
"Dan yang ketiga adalah kemampuan melayani karena di dalam pelayanan akan menghadirkan identitas Allah yang sungguh-sungguh,sehingga dapat menunjukkan karakter Allah yang pengasih, penyayang, penuh belas kasihan, setia dan adil."tutup Pdt.Semuel. (*)