NTTHits.com, Kupang - Aspek pendidikan menjadi perhatian serius Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru periode 2024-2027, Pdt. Samuel Pandie, diantaranya penataan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) atau 596 sekolah-sekolah GMIT yang tersebar dengan jumlah tenaga pendidik mencapai kurang lebih 5ribu orang.
Penataan sekolah - sekolah milik GMIT menjadi salah satu fokus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam program prioritas yang akan dilakukan setelah seremonial acara serah terima jabatan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie beserta 9 orang majelis sinode dan 57 ketua klasis terpilih yang akan segera dilaksanakan tanggal 10 Januari 2024 bertempat di Gereja Getsemani Klasis Kupang Timur.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pengeroyokan Anak Dibawah Umur Masih Berkeliaran
"Dalam fokus pengembangan SDM maka aspek yang paling penting adalah pendidikan, menjadi perhatian serius pada sekolah-sekolah GMIT dengan persoalan yang kompleks,"kata Ketua Sinode GMIT terpilih, Pdt. Samuel Pandie, Jumat, 5 Desember 2023.
Menurut dia, setiap pemimpin GMIT bekerja berdasar visi misi gereja, yakni program pelayanan jemaat mengacu kepada Rencana Induk Pelayanan (RIP) dan Haluan Kebijaksanaan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) GMIT.
Berdasar visi misi tersebut GMIT mempunyai tugas dan panggilan yang dikenal sebagai Panca Pelayanan GMIT yakni bidang Koinonia (persekutuan), Diakonia (pelayanan Kasih), Liturgia, Marturia (Kesaksian) dan Penatalayanan (Oikonomia).
Dari lima hal diatas, sesuai dengan HKUP yang berkelanjutan fokus GMIT lebih ditekankan pada pengembangan SDM, khususnya aspek pendidikan yang akan menjadi perhatian serius, diantaranya penataan sekolah-sekolah GMIT yang tersebar sebanyak 596 dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 5ribu.
Selain itu, pengembangan fisik seperti GMIT Centre dan pelayanan kesehatan dasar pada klinik Ume Manekan Soe, Timor Tengah Selatan (TTS), pembenahan yayasan-yayasan GMIT dengan membangun Sekretariat Bersama untuk melihat peluang, potensi dan manfaat bagi jemaat sebagai basis GMIT.
"Setiap pemimpin GMIT tidak memiliki visi misi sendiri, tapi bekerja berdasar RIP dan HKUP, sehingga prioritas utama kita fokus pada HKUP yang berkelanjutan dengan menekankan pada pengembangan SDM,"tambah Samuel Pandie
Jadwal serah terima akan didahului dengan persiapan pengembalaan sehari sebelum seremonial serah terima, dirangkai dengan perhadapan 9 orang majelis sinode dan 57 ketua klasis terpilih dengan konteks acara gerejawi, yang diatur oleh majelis sinode periode yang lalu bersama dengan tuan rumah jemaat Gereja Getsemani. (*)