NTTHits.com, Kupang - Minyak goreng subsidi pemerintah "MinyakKita" di sejumlah pasar dan pedagang di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak langka dan mahal.
Minyak goreng subsidi pemerintah mendadak langka di pasaran, jika adapun, minyak yang seharusnya dibandrol dengan harga Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.14ribu per liter, namun faktanya, ditemukan pedagang di sejumlah pasar menjual dengan harga diatas HET yakni kisaran Rp.15 -17ribu per liter.
"Yang berwewenang untuk intervensi harga dan kebijakan lainnya itu Disperindag, bukan kami, kita hanya monitor harga-harga,istilahnya jaga kebun, "kata Kepala PD.Pasar Oebobo Kota Kupang, Ferdinandus Leu, Rabu, 8 Pebruari 2023.
Baca Juga: Langka Minyak Goreng Subsidi, Harga Minyak Kita Tembus Rp.17Ribu
Sebelumnya, berdasar hasil pemantauan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Oebobo, Kota Kupang, kelangkaan dan harga minyak goreng subsidi melambung dari harga HET dan bervariatif di tingkat distributor dan pedagang di sejumlah pasaran.
Asisten III sekaligus Plt. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang, Yanuar Dalli saat di konfirmasi terkait kelangkaan dan harga minyak goreng subsidi, yang melambung naik dari HET yang ditentukan melalui pesan Whatsapp, hanya memberikan arahan agar mewawancarai pihak PD Pasar.
Baca Juga: KPPU Periksa Empat Saksi Perkara Minyak Goreng Nasional
"Coba konfirmasi ke PD.Pasar," tulis Yanuar
Gejolak kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga minyak menjadi keresahan para ibu- ibu rumah tangga dan sejumlah warga konsumen atau pembeli, yang acapkali tidak mendapatkan stok minyak goreng, dan kalaupun ada harga minyak tersebut berbeda dengan harga yang telah ditentukan. (*)