BI: Sebanyak 137 Ribu Penduduk NTT Gunakan QRIS

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:45 WIB
Donny Heatubun
Donny Heatubun

NTTHits.com, Kupang - Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Donny Heatubun mengatakan sepanjang 2022, tercatat sebanyak 137.459 penduduk NTT yang telah menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) setidaknya 1 kali untuk melakukan transaksi.

Jumlah penduduk yang telah menggunakan QRIS tersebut meningkat pesat, karena pada tahun sebelumnya hanya tercatat sekitar 15 ribu penduduk.

Sebagai sistem pembayaran non-tunai yang baru diluncurkan pada tahun 2019, QRIS merupakan sistem pembayaran yang CEpat, MUdah, MUrah, Aman, dan Handal (Cemumuah).

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, BI Bakal Pasang Papan Informasi Harga Sembako di Pasar Tradisional

"Bank Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan QRIS melalui sisi supply (merchant QRIS) dan demand (pengguna QRIS)," katanya.

Dari sisi supply, jelasnya, Bank Indonesia mendorong pertumbuhan pedagang pengguna QRIS (yang selama ini disebut merchant) dengan meluncurkan program pasar SIAP QRIS.

Selama 2022 juga BI meluncurkan pasar SIAP QRIS, diantaranya pasar Oeba, pasar Kasih Naikoten, pasar Baru Atambua, pasar Boubou, dan pasar Nataga.

"Selain itu juga pusat perbelanjaan Transmart Kupang diluncurkan sebagai pusat perbelanjaan SIAP QRIS," jelasnya.

Baca Juga: Dinilai Tak Mampu Tindak Tegas Bank NTT, KOMPAK Desak Kepala OJK dan BI Dicopot

Dengan melalui perluasan merchant QRIS, lanjutnya, jumlah merchant di akhir tahun 2022 tercatat sebanyak 141.727 pedagang.

Selama bulan Januari hingga Oktober 2022, di Provinsi NTT terdapat 952.073 transaksi QRIS dengan total nominal sebesar Rp129,83 miliar dengan mayoritas transaksi terjadi di Kota Kupang.

Selain untuk kegiatan perdagangan, terdapat berbagai merchant QRIS yang menggunakan QRIS dalam skema lainnya, yaitu untuk melakukan transaksi pemerintah daerah, parkir, sumbangan sosial di rumah ibadah.

"Pemerintah daerah di NTT telah menyediakan fasilitas pembayaran pajak PBB-P2, pajak kendaraan bermotor di Samsat, retribusi pasar," katanya.

Baca Juga: Ijin Mobile dan Internet Banking Bank NTT, Kepala BI: Itu Pembinaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X