NTTHits.com, Kupang - Pimpinan Perum Bulog Nusa Tenggara Timur (NTT), Eko Yoga Cahyo Utomo, mengatakan, program SPHP untuk penyaluran beras dan 7 komoditi pangan murah, seluruhnya disubsidi oleh Bank Indonesia (BI) sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan upaya pengendalian inflasi.
"SPHP hari ini yang didistribusikan langsung ke masyarakat bersama 7 komoditi lainnya mendapat subsidi dari BI NTT," kata Pimpinan Bulog NTT, Eko Yoga Cahyo Utomo, saat Soft Launching Pasar Murah SPHP di Kupang, Senin, 13 Maret 2023.
Baca Juga: Gerakan Stabilisasi Harga Beras di Kota Kupang, Bulog NTT Gelar Pasar Murah
Adapun besaran subsidi BI NTT yakni beras dari Rp.9.950 disubsidi menjadi seharga Rp.9ribu, minyak goreng disubsidi sebesar Rp.2ribu perliter sehingga dijual Rp.12ribu, gula pasir disubsidi sebesar Rp.2ribu dari harga Rp.14ribu menjadi Rp.12ribu.
Telur ayam disubsidi sebesar Rp.2ribu, bawang merah disubsidi sebesar Rp.5ribu dari harga Rp.30/kg menjadi Rp.25ribu/kg, bawang putih dari harga Rp.28ribu/kg menjadi Rp.26ribu/kg, cabe merah keriting dari harga perkilo sebesar Rp.80ribu disubsidi sebesar Rp.20ribu, sehingga dijual dengan harga Rp.60ribu/kg dan cabe merah dari harga Rp85/kg disubsidi menjadi seharga Rp.65ribu/kg.
Baca Juga: Gelar Vaksinasi Boster 2, BI NTT Siapkan 800 Vaksin Pfizer
Untuk kebutuhan pasar murah yang dilaksanakan sejak 13-19 Maret 2023, kuota komoditi yang dijual setiap hari dalam program pasar murah SPHP tetap dibatasi, yakni untuk komoditi minyak goreng hanya sebanyak 120liter per hari, gula pasir 100kg, telur ayam 60rak, bawang merah dan bawang putih masing masing kuota sebanyak 50 kg, cabe merah dan cabe keriting 50kg.
"Untuk seluruh komoditi yang disubsidi BI NTT, tertinggi subsidi itu di cabe merah dan cabe keriting sebesar Rp.20ribu, dan jumlah kuotanya tetap dibatasi," tambah Eko Yoga.
Baca Juga: Stabilisasi Harga Beras di Kupang, Bulog Gelar Pasar Murah di 7 Lokasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, Donny Haetubun, mengatakan, pasar murah program SPHP merupakan salah satu upaya dalam pengendalian inflasi
"Apa yang kita lakukan semata mata untuk menjaga inflasi, yang kita pahami diwujudnya nanti yang bisa merasakan masyarakat kita semua, kegiatan ini akan kita kawal sampai bulan Juni 2023, agar pengendalian inflasi bisa kita jaga,"kata Donny.
Baca Juga: BI: Sebanyak 137 Ribu Penduduk NTT Gunakan QRIS
Menurut dia, kerjasama bersama Bulog ini, diharapkan bisa melakukan stabilisasi terhadap harga pangan, pasar murah selain di titik titik yang telah ditentukan, BI juga akan terus mengawal, untuk langsung menyalurkan pangan atau komoditi murah kebutuhan masyarakat , di lokasi lokasi strategis seperti ditempat - tempat ibadah yang ada di kota Kupang, agar menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)