NTTHits.com, Kupang – Sejumlah pedagang beras didepak sebagai mitra karena kedapatan menjual beras medium pada masyarakat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.9.950, yang telah di tentukan oleh Badan Logistik (Bulog).
“Ada belasan pedagang nakal yang kena blacklist, karena menjual tidak sesuai ketentuan padahal sudah tandatangan pernyataan,”kata Sekretaris Umum dan Humas Perum Bulog wilayah NTT, Fanik Apriliyani, Rabu, 08 Maret 2023.
Baca Juga: Warga Menjerit Beras Langka dan Mahal, Bulog - Disperindag Kupang Klaim Stok Ada
Menurut dia, Perum Bulog wilayah NTT, hingga hari ini telah mengelontorkan sebanyak 9,5ribu ton beras jenis medium untuk Stabilisasi Harga Pangan Pokok (SPHP) dan telah tersedia dengan stok yang cukup ditingkat pedagang, untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat, namun masih ditemui sejumlah pedagang beras yang melakukan tindakan merugikan warga sebagai konsumen dengan menaikkan harga beras jenis medium tersebut.
“Masyarakat tidak perlu panik, stok beras tetap ada dan tetap dijual dengan harga HET, agar masyarakat dapat peroleh beras dengan harga terjangkau,”tambah Apriliyani.
Baca Juga: Meski Datangkan Beras Impor Dari Vietnam, Warga Kupang Sulit Cari Beras Bulog
Salah satu pedagang beras Pasar Inpres Kupang, Samiaji, mengakui dirinya menjual beras Bulog dengan harga di atas HET yakni sebesar Rp.12ribu/kg, karena tidak mendapat lagi stok beras Bulog dalam kurun waktu seminggu terakhir.
“Terakhir dapat stok bulan lalu, dan terpaksa beras dijual dengan harga Rp.12ribu/kg,”kata Samiaji
Harga beras yang dijual pedagang maupun pengecer tidak sesuai HET yakni Rp.9.950, diakui pula oleh pemerintah Kota Kupang melalui Asisten II Kota Kupang, Ignasius Lega ,saat melakukan pengawasan dan sidak ke sejumlah pasar dan distributor di Kota Kupang.
Baca Juga: Kendalikan Harga Beras , Bulog NTT Gelontorkan Ribuan Ton Beras
“Harga yang dijual pedagang tidak sesuai dengan HET yang dikeluarkan oleh Bulog, dipasar warga harus membayar sekilo beras dengan harga RP.12ribu,”kata Ignasius.