NTTHits.com, Kefamenanu - Setelah melontarkan kalimat, "Pokoknya bilang sama DPRD TTU, harus dukung. Jangan takut bangun hotel. Nanti kalau hotel jadi, yang tidur di sana juga anggota DPR ko'. Anggota DPR juga bisa adakan rapat di hotel mewah. Kenapa takut", Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu kembali memberi alasan menohok terkait rencana pembangunan hotel dimaksud.
"Pembangunan hotel dan lain - lainnya tergolong urgent. Ini urgent, sangat urgent", tandas Kamilus saat diwawancarai NTTHits.com, Selasa, 5 Agustus 2025.
Dijelaskannya, selain anggota DPRD TTU juga bisa menginap dan menggelar rapat - rapat di hotel bintang 4 yang akan dibangun, katanya akan banyak tamu yang melintas ke kabupaten tetangga Belu, Malaka dan Timor Leste juga pasti akan menginap di hotel di TTU.
"Lumayan mewah hotel bintang 4. Kita siapkan tempat yang baik dan layak untuk bisnisman yang melintas ke Kabupaten Belu, Malaka dan Timor Leste. Mereka bisa menginap di hotel. Begitupun, jika ada event - event besar yang diselenggarakan di TTU. Banyak tamu akan menginap di hotel dan bisa ada perputaran uang nantinya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bisa juga menyerap tenaga kerja untuk anak asli daerah. Yang jelas pembangunan hotel itu sangat - sangatlah urgent", ungkapnya
Ia juga mencontohkan pada kegiatan wisudawan dari beberapa Universitas yang baru selesai digelar belum lama ini. Menurutnya, orang tua para wisudawan bisa menginap di hotel. Juga acara Road Race yang baru selesai di gelar di Kefamenanu. Ia berpendapat, peserta dan penonton dari luar TTU bisa datang dan menginap di hotel.
Kemudian jelasnya, untuk pembangunan pasar baru, akan direvitalisasi untuk kenyamanan pedagang dan pembeli.
"Kita mau revitalisasi, bangun pasar dua lantai untuk lebih memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. Karena kalau kurang diperhatikan, akan menimbulkan ketidaknyamanan", ujar Kamilus.
Rencana lain, jelasnya, Pemkab TTU juga merencanakan untuk membangun Gelanggang Olah Raga (GOR), dengan alasan kabupaten TTU belum punya GOR yang representatif.
" Kegiatan - kegiatan olah raga yang setingkat provinsi saja kita belum layak, karena kita belum memiliki GOR", ucapnya. (*)