OJK : Waspada Risiko Kejahatan Keuangan Berbasis Artifical Intelligence

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 30 Mei 2025 | 09:28 WIB
ilustrasi
ilustrasi

NTTHits.com, Bali - Kejahatan di sektor jasa keuangan berbasis Artificial Intelligence (AI) semakin kompleks karena teknologi canggih ini, dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi Perlindungan Konsumen dan Manajemen Stretegis OJK, Irhamsah dalam Journalist Class, Selasa, 27 Mei 2025.

Beberapa jenis kejahatan keuangan berbasis AI diantaranya, deepfake, teknologi deepfake digunakan untuk memanipulasi suara atau video seseorang, guna menyampaikan instruksi palsu untuk transfer dana atau persetujuan transaksi.

Baca Juga: Ketua Kelompok PNM Mekaar Dapat Hadiah Studi Banding ke UMKM Sukses! Seru dan Penuh Inspirasi

Love Scam, penipuan berkedok asmara yang dilakukan secara daring. Pelaku menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan uang dari korbannya.

Fake SMS Masking, fitur teknologi pengiriman SMS broadcast, dimana identitas pengirim yang muncul pada layar gadget penerima dapat diubah sesuai keinginan seperti mengatasnamakan suatu perusahaan dengan menggunakan Base Transceiver Station (BTS).

Impersonation, penipuan yang dilakukan oleh oknum dengan modus meniru atau menduplikasi nama situs maupun sosial media milik entitas berijin dengan tujuan menipu masyarakat.

Baca Juga: Penegakan Hukum Kasus Illegal Logging di TTU Mandek. Pelaku, Komang Arya Weda Asmara Diduga Sengaja Dibiarkan Kabur Agar Lolos dari Jeratan Hukum

Pencurian Identitas, Biometric spoofing atau pemalsuan sidik jari, wajah atau suara untuk mengakses rekening atau layanan keuangan.

Wi-Fi Eavesdropping, upaya mengakses dan mencuri informasi probadi pengguna yang terhubung ke jaringan Wi-Fi publik tanpa perlindungan yang cukup.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X