TPID -TP2DD Kabupaten Sikka Sinergi Perkuat Upaya Stabilisasi Harga

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 13 Maret 2025 | 14:50 WIB
Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati
Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati

NTTHits.com, Sikka - Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sikka, perkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Paskah 2025.

Penguatan upaya pengendalian inflasi dilakukan dengan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID-TP2DD Kabupaten Sikka pada Kamis, 13 Maret 2025, yang didahului dengan giat pasar murah di Wolomarang dan Masjid Masjid Al Muhajirin Perumnas Maumere.

Baca Juga: Pemkot Kupang Gelar Pasar Murah Bersubsidi di Masjid Nurul Iman Oebobo

"Momen Hari Besar Keagamaan ini tentu sangat penting untuk masyarakat, kita pastikan harga-harga komoditas wajar dan stabil. Upaya konkret pengendalian harga kita perkuat, seperti pasar murah yang kita hadiri bersama tadi merupakan langkah yang sangat baik" kata Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, ketika memimpin pelaksanaan HLM TPID-TP2DD tersebut di Kantor Bupati Sikka, Maumere.

Bank Indonesia NTT sampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam pengendalian inflasi. Seluruh sinergi dan kolaborasi ini dilakukan agar inflasi tetap terjaga pada rentang target 2,5±1persen.

"Data Badan Pusat Statistik menunjukan komoditas perikanan tangkap menjadi penyumbang utama inflasi di Sikka, faktor iklim menjadi tantangan utama yang mengganggu aktivitas nelayan Upaya yang bisa dilakukan adalah utilisasi cold storage dan perluasan budidaya perikanan guna meningkatkan ketersediaan pasokan, sekaligus diversifikası pangan,"kata  Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati.

Baca Juga: PON 2028: NTT Siap Gelar 23 Cabang Olahraga, Sepak Bola Jadi Andalan

Dalam paparan, Kepala BI NTT, menjelaskan, BI tengah mengembangkan demplot perikanan budidaya dan berupaya menjaga ketahanan pasokannya, dengan cold storage di Kabupaten Kupang, ini akan sangat tepat jika bisa kita dapat bersinergi mereplikasi proses bisnis ini di Kabupaten Sikka. Sinergi dan inovasi menjadi kunci pengendalian inflasi di Kabupaten Sikka, melalui percepatan pelaksanaan strategi jangka pendek dan jangka menengah panjang.

Menjelang HBKN Idulfitri dan Paskah tahun 2025, juga disampaikan bahwa adanya risiko inflasi untuk komoditas perikanan, telur ayam ras, bawang merah, dan minyak goreng di Kabupaen Sikka.

Menyikapi risiko tersebut, BI NTT menyampaikan beberapa rekomendasi jangka pendek seperti peningkatan frekuensi pergelaran pasar murah, optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) intra Provinsi, dukungan subsidi ongkos angkut, dan komunikasi efektif.

Baca Juga: Gaya Kerja Baru Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma yang Bikin ASN Terkesan

Dalam giat pengendalian inflasi jangka menengah-panjang, penguatan produktivitas petani, peternak, dan nelayan perlu dilakukan, baik dengan bantuan dan bimbingan teknis, serta pembinaan pengelolaan keuangan. Lebih lanjut, disampaikan bahwa Bank Indonesia NTT mendorong pembentukan Toko Pangan (Topan), yang memasok komoditas dengan harga sesuai HET/HAP

Sementara itu, guna memperkuat peran belanja APBD dalam pengendalian inflasi, TP2DD Kabupaten Sikka percepat akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah, untuk meningkatkan PAD. Pendapatan pajak dan retribusi Kabupaten Sikka pada tahun 2024, masing-masing sebesar Rp27,38 miliar dan Rp7,6 miliar, peringkat 4 dan 9 dari 38 kabupaten/kota di NTT.

Baca Juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Teken Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X