Desa Batuan Sukawati, Surga Seni dan Budaya yang Memesona Dunia

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Senin, 2 Desember 2024 | 19:12 WIB
Tarian Bali
Tarian Bali

NTTHits.com, Gianyar – Di antara hamparan keindahan alam Bali, Desa Batuan Sukawati di Kabupaten Gianyar menyimpan pesona yang lebih dalam: kekayaan seni dan budaya yang mengakar kuat.

Sebagai salah satu desa tertua di Pulau Dewata, Desa Batuan telah lama menjadi pusat kesenian Bali yang menginspirasi, mulai dari seni lukis, ukir kayu, hingga seni pahat.

Potensi seni desa ini menjadi magnet bagi wisatawan. Salah satu daya tarik utamanya adalah Pura Puseh Batuan, sebuah pura bersejarah yang tak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pariwisata.

Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2024, Pilar Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, menjelaskan bahwa asal-usul desa ini terkait dengan Prasasti Baturan, yang mencatat tradisi seni dan budaya masyarakat setempat.

“Desa kami adalah gudangnya seniman. Dari pelukis, pemahat, hingga pengrajin karawitan, semuanya ada di sini. Seni lukis Batuan, dengan detail dan kompleksitasnya, bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2018,” ujarnya.

Ari menambahkan, seni dan budaya desa ini terus berkembang melalui sanggar-sanggar seni yang dikelola generasi muda. Selain itu, desa ini juga berkomitmen pada pelestarian lingkungan, didukung oleh BUMDesa Praja Kerta, yang mengelola berbagai unit usaha, seperti warung desa, pengelolaan sampah TPS3R, hingga program penyediaan air bersih.

Baca Juga: BRI Perluas Inklusi Keuangan di Asia Tenggara, BRImo Resmi Hadir di Timor-Leste

Inovasi Desa untuk Ekonomi Berkelanjutan
Ketua BUMDesa Praja Kerta, Ni Luh Made Sukma Dewi, memaparkan sejumlah inovasi, termasuk program Puspa Aman. Program ini mengubah sampah organik menjadi kompos yang kemudian digunakan untuk mengelola lahan produktif di desa, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan gizi keluarga.

“Kami mengelola sampah secara terpadu. Sampah dari tiap Banjar dikumpulkan sebulan sekali di Balai Banjar untuk dicacah dan diolah menjadi kompos di TPS3R. Hasilnya, kompos ini mendukung program Puspa Aman, yang memanfaatkan lahan tidak produktif untuk menambah penghasilan masyarakat,” jelas Sukma Dewi.

Pada 2022, BUMDesa mulai menerapkan konsep “The Right Man on the Right Place” untuk memastikan pengelolaan kelembagaan lebih optimal. Strategi ini membawa Desa Batuan menjadi salah satu peserta unggulan dalam Program Desa BRILiaN yang digagas oleh BRI.

Baca Juga: BRI Tanam 5.000 Pohon Produktif di Desa Kutuh Bali untuk Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia

Program Desa BRILiaN: Meningkatkan Potensi Desa
Desa Batuan terpilih dalam Program Desa BRILiaN 2022 karena inovasinya yang luar biasa. Program ini memberi pendampingan untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s). SEVP Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama, mengungkapkan bahwa hingga triwulan III 2024, sebanyak 3.957 desa telah berpartisipasi dalam program ini.

“Desa BRILiaN adalah bukti komitmen BRI menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa. Kami berharap Desa Batuan terus menjadi inspirasi bagi kebangkitan ekonomi berbasis budaya,” ujar Candra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X