NTTHits.com, Atambua - Bank Indonesia (BI), Bea Cukai (NTT) dan Bank Mandiri, meresmikan pembayaran non-tunai pada Pungutan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Diluncurkannya pembayaran menggunakan QRIS dan EDC oleh Bank Mandiri pada Pungutan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor dapat mempermudah masyarakat Indonesia maupun WNA dalam menyetorkan kewajibannya,"kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya.
Baca Juga: BRI Sukses Turunkan Rasio Kredit Bermasalah, Kualitas Aset Kian Membaik
Pengadopsian sistem pembayaran non-tunai pada Pungutan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor merupakan salah satu langkah konkrit BI NTT dalam bersinergi serta berkolaborasi dengan stakeholders untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Ke depannya, BI akan terus senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dari berbagai aspek untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi sesuai sasaran nasional, serta meningkatkan aspek digitalisasi di daerah.
Baca Juga: Telkomsel Kembali Perluas Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Perbatasan NTT
Data pertumbuhan QRIS di NTT, tercatat tumbuh eksponensial, pada September 2024, BI mencatat sebanyak 1,2 juta transaksi QRIS, atau tumbuh sebesar 250persen (yoy) dibandingkan September 2023 yang hanya sebanyak 342 ribu transaksi.
Secara nominal, transaksi QRIS di NTT mencapai Rp 171 milyar, atau tumbuh sebesar 242persen (yoy) dibandingkan September 2023 yang mencapai Rp 50 milyar. Dari sisi merchant, sampai dengan September 2024, tercatat sebanyak 248ribu merchant telah menerima pembayaran menggunakan QRIS, atau tumbuh sebesar 10,90persen (ytd) dibandingkan Desember 2023 yang tercatat sebanyak 224 ribu merchant.
Dari sisi pengguna, tercatat sebanyak 300 ribu masyarakat NTT telah bertransaksi menggunakan QRIS, atau tumbuh sebesar 6,72persen (ytd) dibandingkan Desember 2023 yang tercatat sebesar 281 ribu orang.
Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Bambang Tutuko, menjelaskan, Atambua International Expo 2024 diselenggarakan untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah perbatasan RI dan Timor Leste melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah agar siap ekspor.
"Atambua International Expo 2024 ini dilakukan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan RI dan Timor Leste,"kata Bambang.
Baca Juga: Diduga Ikut Cawe-Cawe Di Pilkada NTT, Mendagri Diminta Copot Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto
Vice President Government & Institutional 1 Group Bank Mandiri, Nugrahani Estuning Sari, mengatakan, dengan implementasi pembayaran non tunai ini, seluruh transaksi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia maupun WNA akan langsung masuk ke kas negara serta mendukung semakin transparansi pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP)
"Ini juga merupakan dukungan terhadap transparansi pembayaran PNBP,"tandas Nugrahani.