BRI Peduli Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Halal di Berbagai Daerah

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 19:35 WIB
BRI UMKM
BRI UMKM

NTTHits.com, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih kompetitif di pasar, melalui program BRI Peduli.

Program ini menghadirkan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal untuk UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 77 pelaku UMKM dari 14 provinsi di Indonesia mendapatkan bantuan pelatihan dan sertifikasi halal dari BRI Peduli, dengan total 1502 produk yang berhasil memperoleh sertifikasi halal.

Baca Juga: Melki Telepon Menhut Bahas Polemik Status Cagar Alam Mutis, Raja Antoni; Kita Diskusikan Lagi

Dalam pelaksanaannya, BRI menggandeng BRI Research Institute dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk memastikan standar kehalalan setiap produk. Para pelaku usaha juga mengikuti audit sertifikasi halal secara langsung setelah menyelesaikan pelatihan sertifikasi pada Juli 2024.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menyatakan bahwa BRI berkomitmen untuk membantu UMKM memenuhi persyaratan halal, agar kualitas produk mereka terjamin, akses pasar lebih terbuka, dan kepercayaan konsumen meningkat.

"Tujuannya agar UMKM bisa naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan memberi keyakinan pada konsumen bahwa produk-produk mereka telah memenuhi standar kehalalan," ujar Catur.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Capai Pertumbuhan Kuat 15 Persen pada EBITDA, Didukung Pertumbuhan Pendapatan Dua Digit

Program sertifikasi halal bagi UMKM ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mewajibkan seluruh produk yang diperdagangkan di Indonesia memiliki sertifikat halal.

Sejak 2021, BRI telah aktif memberikan bantuan sertifikasi halal, mendukung program Kementerian BUMN untuk memberikan 5.000 sertifikasi halal pada sektor makanan dan kesehatan.

Beberapa pelaku usaha merasakan dampak positif dari program ini, seperti Petrus Kinho (58), pemilik UMKM Tarusan Rumah Rendang dan Minyak Buah Merah dari Timika, Papua Tengah.

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan! Ini Cara Mudah Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu

Usahanya yang dimulai sejak 2022 kini lebih berkembang setelah mendapat sertifikat halal, meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas jangkauan pasarnya. "Dengan sertifikat halal ini, kami merasa lebih tenang dan percaya diri dalam mempromosikan produk," ungkap Petrus.

Begitu pula Vanessa (29), pendiri UMKM Senda Tea asal Tangerang, Banten, yang menawarkan teh lokal Indonesia dengan kemasan modern. Sertifikasi halal membuka peluang bagi Senda Tea untuk bermitra dengan merek besar dan masuk ke restoran bersertifikat halal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X