NTTHits.com, Kupang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tempat berdirinya Galeri Investasi Digital Syariah Pertama NTT.
Seremonial pendirian Galeri Investasi Digital Syariah Pertama di NTT dilakukan bersamaan dengan agenda edukasi Sekolah Pasar Modal Syariah yang dihadiri langsung oleh Kepala Divisi Pasar Modal Syariah-PT Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, Kepala Perbankan Syariah-Anggota DSN-MUI, Kanny Hidaya, dan Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi NTT, Polantoro, Selasa, 29 Oktober 2024.
Baca Juga: 488 Pelaku Usaha Kecil dan Pedagang Kaki Lima di Kota Kupang Dapat Bantuan Paket Sembako
Ketua STAI Kupang, Bachtiar Leu mengatakan, STAI Kupang menunjukkan komitmen yang besar dengan adanya pendirian pertama di NTT, Galeri Investasi Digital Syariah di Kota Kupang.
"Dengan pendirian Galeri Investasi Digital Syariah pertama di NTT khususnya di STAI Kupang, menunjukkan komitmen kami yang besar terkait informasi pasar modal syahriah,"kata Bachtiar Leu.
Menunjukan komitmen dan keseriusan terhadap pasar modal syahriah, STAI Kupang sebelum kegiatan berlangsung telah menghasilkan lebih dari 60 investor syariah baru dan akan terus bertambah. Hal ini juga tidak lepas dari peranan PT Phintraco Sekuritas selaku Anggota Bursa Mitra Kerjasama yang secara aktif mengedukasi dan berkomunikasi intensif dengan calon investor syariah baru dilingkungan STAI Kupang.
Kepala Kantor Perwakilan BEI NTT, Adevi Sabath, mengapresiasi dan menyatakan syukur atas kerja sama tim hingga dapat mendirikan Galeri Investasi Digital Syariah pertama di NTT yang berada di Kota Kupang secara khusus ,untuk menjadi perpanjangan informasi pasar modal syariah bagi masyarakat luas.
"Saya dan tim sangat bersyukur, karena kini terdapat Galeri Investasi Digital Syariah di Kota Kupang dan pertama di NTT,"kata Adevi.
Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Kesempatan Emas UMKM Indonesia Menembus Pasar Global
Data BEI hingga tanggal 25 Oktober 2024, sudah terdapat 643 saham syariah / sebesar 68persen saham yang tercatat di BEI. Dari sisi transaksi, per 25 Oktober 2024, secara year-to-date, rata-rata harian volume transaksi dari saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia adalah sebesar 76,7persen dari total volume transaksi di BEI, rata-rata harian nilai transaksi dari saham syariah adalah sebesar 58,9persen dari total nilai transaksi di BEI, rata-rata harian frekuensi transaksi dari saham syariah adalah sebesar 71,7persen, sementara kapitalisasi pasar dari saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia mencapai 56,4persen dari total kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI. Hal ini menunjukkan bahwa saham syariah diminati investor.
Baca Juga: 28 OPD Kota Kupang Ikut Ramaikan Lomba Goyang Viral Ayam Kaki Kuning
Dari sisi jumlah investor, berdasarkan data yang dihimpun dari AB-SOTS, jumlah investor saham syariah memiliki pertumbuhan yang sangat signifikan. Jumlah investor saham Syariah dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2018 telah meningkat 254% dari 44.536 investor, menjadi 157.499 investor pada September 2024.
Investor di NTT dapat terus menikmati manfaat investasi dipasar modal dan memperkaya diri dengan informasi baru, serta mengajak serta orang terdekat untuk belajar mengelola keuangan dan investasi cerdas dipasar modal Indonesia. (*)