Pajak Bertutur KPP Kupang, Wujudkan Kesadaran Pajak Sejak Dini

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 20:30 WIB
Pajak Bertutur
Pajak Bertutur

 

NTTHits.com, Kupang - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2024,  edukasi perpajakan bagi generasi muda dan menjadi wadah DJP membangun kesadaran pajak sejak dini demi mewujudkan kepatuhan perpajakan di masa yang akan datang.

Pajak Bertutur dilaksanakan bagi sebanyak 80 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kupang, Rabu 7 Agustus 2024.

Baca Juga: Mutasi Polri di Tengah Prestasi Bongkar Kejahatan Mafia BBM, Pengamat Hukum Unwira Sebut Tidak Ada Pengakuan Polda NTT Atas Keberhasilan Anggota

"Pajak bertutur adalah kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara serentak setiap tahun oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan instansi vertikal di bawahnya, termasuk KPP Pratama Kupang,"kata Kepala Seksi Pelayanan, Moh Rasyid Ridho

KPP Pratama Kupang bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk melakukan kegiatan Pajak Bertutur ini, bagi para generasi muda yang diharapkan akan menjadi future taxpayer, yang tentunya di masa mendatang akan menjadi Wajib Pajak yang taat pajak.

Pemateri Pajak Bertutur, Asisten Penyuluh Pajak KPP Pratama Kupang, Richard Yanes Yunior Dima, mengatakan, pentingnya pajak dalam pembangunan negara, dari segi insfrastruktur, kesehatan, pertahanan, keamanan dan tentunya untuk pendidikan. Meskipun pajak memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, namun pemahaman masyarakat tentang korelasi pembayaran pajak dengan peningkatan kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan.

“Setiap rupiah yang dibayarkan oleh para Wajib Pajak secara tidak langsung memberikan dampak besar untuk mewujudkan Indonesia Emas, seperti untuk pembangunan di sektor pendidikan, mengingat pajak berkontribusi sebesar 84% dalam pendapatan negara di APBN”, ujar Richard.

Baca Juga: Demokrat Tetap Dorong BKH Maju Pilgub NTT

Dalam materinya, Richard mengibaratkan APBN seperti dompet pemerintah. Dimana uang di dompet yang masuk disebut pendapatan negera dan uang di dompet yang keluar disebut dengan belanja negara.

“Dalam sektor pendidikan sendiri, dengan adanya penerimaan pajak pemerintah akan dapat mendanai pembangunan gedung sekolah, membayar gaji guru dan membantu program beasiswa pendidikan seperti Program Indonesia Pintar, Beasiswa Indonesia Maju, dan KIP-Kuliah”, tambah Richard.

Sebelum mengakhiri materinya, Richard mengajak siswa-siswi SMK Negeri 6 Kupang sebagai calon generasi emas yang saat ini masih berada di usia produktif untuk memahami pentingnya pajak. Hal ini dapat dilakukan dengan peran siswa dalam pembangunan Indonesia seperti mengikuti upacara bendera, mematuhi tata tertib sekolah, giat belajar dan berlomba lomba meraih prestasi. Jika sebagai generasi emas nantinya patuh dalam membayar pajak maka APBN akan meningkat sehingga pembangunan negara akan melesat dan fasilitas yang akan dirasakan semakin banyak.

Baca Juga: Kasus Mafia BBM Lintas Negara Diduga Libatkan Oknum Anggota Krimsus Polda NTT, Perlu Jadi Atensi Kapolri.

Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Pajak Bertutur yang dilaksanakan di sekolahnya. Kegiatan tersebut diharapkan para siswa-siswi dapat menyerap materi yang akan disampaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X