Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia Bawa Uang Rp.5 Miliar ke Empat Wilayah 3T di NTT

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 29 Juli 2024 | 00:12 WIB
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024

NTTHits.com, Kupang - Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Bank Indonesia (BI) membawa uang layak edar sebanyak Rp.5 milliar dalam kegiatan kas keliling di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perjalanan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 dilaksanakan sejak Jumat, 26 Juli - 1 Agustus 2024 dengan rute pelayaran menuju Pulau Rote Ndao, Pulau Sabu Raijua, Pulau Pantar di Kabupaten Alor dan Pelabuhan Naikliu di Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang.

"BI memiliki peranan penting dalam memastikan uang Rupiah layak edar senantiasa tersedia, memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah NKRI, dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai,"kata Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, Sabtu, 29 Juli 2024.

Baca Juga: Korban Kekerasan Anak di Kota Kupang Meningkat Drastis , Tertinggi Kekerasan Psikis Diikuti Kekerasan Seksual

Menurut dia, sesuai amanat UUD 1945, UU Bank Indonesia, dan UU Mata Uang, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, yang juga merupakan simbol kedaulatan negara.

Dalam mengedarkan uang rupiah, tambah Agus, terdapat tiga tantangan utama Bank Indonesia yakni, pertama, adalah kondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur, sehingga mempengaruhi jangkauan Bank Indonesia dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah 3T seperti di Provinsi NTT. Bahkan, masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh BI dan Perbankan dalam pengedaran uang Rupiah.

Kedua, adalah keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang. Tercermin dari uang tidak layak edar karena lusuh yang disebabkan sering dilipat, dibasahi, maupun distraples. Hal ini tentunya mempengaruhi kualitas uang Rupiah kita. Dalam konteks ini, tantangan ini perlu dijawab dengan edukasi.

Tantangan utama yang ketiga, adalah penggunaan uang selain Rupiah sebagai alat pembayaran, khususnya di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Algajali Munandar, Terduga Kasus Mafia BBM Tuntut Berita Dicabut dan Muat Permohonan Maaf. Simak Jawaban NTTHits.com Disertai Fakta Lapangan

"Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Bank Indonesia, bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar, yang sulit terjangkau dengan transportasi umum,"tambah Agus.

Pj Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antar Bank Indonesia dan TNI AU yang telah bekerjasama dan terus berusaha memberi pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, terutama yang ada di wilayah 3T untuk mendapatkan rupiah yang layak pakai. 

Baca Juga: Survei SMRC: Melki Laka Lena Ungguli Ansy Lema dan Simon Petrus Kamlasi

"Pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi,"kata Ayodhia.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 adalah kegiatan Kas Keliling di wilayah 3T kerjasama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelayaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 menggunakan KRI Ajak-653 milik TNI AU dan dikawal KRI Layang. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X