OJK : Perkembangan Keuangan Perbankan NTT Melaju Naik di Atas Nasional

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 8 Desember 2023 | 11:25 WIB
Kepala OJK NTT dan Kepala BI NTT
Kepala OJK NTT dan Kepala BI NTT

NTTHits.com, Kupang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, perkembangan keuangan perbankan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami pertumbuhan di atas nasional.

"Saya katakan kabar gembira, karena dari aset, DPK maupun kredit di NTT secara year on year, pertumbuhan kita diatas nasional,"kata Kepala OJK NTT Japarmen Manalu, Jumat, 8 Desember 2023.

Berdasar data OJK NTT,  dari sisi aset sebesar 6,60persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,09persen dan kredit NTT sebesar 10,08persen, jika dibanding nasional yakni aset (ytd) sebesar 2,15persen, DPK 0,67persen dan kredit sebesar 7,48persen.

Baca Juga: Voltile Food Relatif Terkendali , BI : Inlasi NTT Tinggi Akibat Harga Tiket Pesawat

"DPK di NTT tahun sebelumnya selalu dibawah nasional, tapi tahun ini lumayan, mudah-mudahan berkelanjutan dan kemampuan serta kemauan masyarakat NTT untuk menabung meningkat terus"tambah Japarmen.

Sementara perkembangan keuangan dilihat dari 5 kredit sektor ekonomi tertinggi di NTT tercatat, penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 55,88persen, perdagangan besar dan eceran 25,66persen, pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 4,59persen, konstruksi dan industri pengolahan masing masing di angka sebesar 2,92 dan 2,86persen.

Baca Juga: Kunker ke Belu, Pangdam IX/Udayana Resmikan Pembangunan Sumur Bor di Silawan

Intermediasi perbankan tumbuh positif dan peran perbankan terhadap perekonomian cukup tinggi. namun LDR, atau loan to deposit ratio, jumlah dana yang dihimpun oleh perbankan dan yang disalurkan ternyata lebih banyak yang disalurkan, sekalipun kemampuan dan kemauan masyarakat NTT untuk menabung, tapi masih lebih besar lagi kemauan untuk meminjam, sehingga dampaknya LDR NTT berada di angka 124,55persen.

Terdapat gap DPK-Kredit terutama pada perserorangan. Di sisi lain risiko kredit perbankan masih terjaga dengan rasio NPL atau Non Performing Loan, kondisi ketika nasabah tidak bisa melunasi utangnya kepada bank dalam jangka waktu yang telah ditentukan sebesar 1,96persen.

Baca Juga: Gelar Karya Bakti, Kodim 1605/Belu Bersihkan Pasar Tradisional Atambua

"Kredit yang disalurkan di NTT berasal dari luar, otomatis dikenakan biaya rekening antar kantor, sehingga kita harus bekerja lebih keras untuk membayar pinjaman antar kantor di bank dan berpotensi mengerus potensi keuangan untuk menabung dan daya beli masyarakat NTT,"tutup Japermen. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X