politik

Gubernur NTT Ajak Wujudkan NTT sebagai Provinsi Ramah Anak dan Perempuan

Sabtu, 26 April 2025 | 18:06 WIB
Gubernur NTT bersama kaukus perempuan saat peringati hari Kartini di CFD. (Humas NTT)

Pimpinan LBH APIK, Ansy D. Rihi Dara, menambahkan bahwa dari total 1.500 kasus yang mereka tangani dalam 13 tahun, 80% melibatkan kekerasan terhadap ibu dan anak.

"Situasi ini darurat. Dukungan berbagai pihak seperti hari ini sangatlah penting untuk menghentikan siklus kekerasan," jelasnya.

Baca Juga: Minim Sarana Prasarana, Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT Menanjak Naik Capai 200 Kasus

Kasubit IV Renakta Polda NTT, AKBP Ribka H. Hangge, mengingatkan pentingnya pencegahan dari hulu, mulai dari ketahanan keluarga.

"Tahun 2024 saja, tercatat lebih dari 1.200 kasus. Ini bukan sekadar masalah hukum, tapi juga soal membangun ketahanan anak lewat cinta, perhatian, dan iman," tuturnya.

Kepala Stasiun RRI Kupang, Yuliana Martha Doky, memastikan komitmen media untuk terus mengampanyekan perlindungan perempuan dan anak lewat siaran-siaran ramah gender di RRI Kupang dan seluruh cabang di NTT.

Tak ketinggalan, anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin menyampaikan empat langkah konkret:

  1. Menganggap pelapor KDRT sebagai pahlawan.
  2. Menghidupkan kembali Siskamling di tiap wilayah.
  3. Pencegahan sejak tingkat Posyandu.
  4. Mendorong media massa untuk membangun opini positif terhadap isu kekerasan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kupang, Ketua Dharma Wanita Provinsi NTT, pimpinan OPD, perbankan, ASN, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Momentum peringatan Hari Kartini 2025 di Kupang ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi loncatan nyata menuju NTT yang lebih adil, aman, dan berbudaya.***

Halaman:

Tags

Terkini