NTTHits.com, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk tidak hanya menjadi pelayan publik, tetapi juga motor penggerak ekonomi melalui kegiatan wirausaha.
Ajakan ini disampaikan Gubernur Melki saat membuka acara Temu ASN Wirausahawan dan Calon Wirausahawan yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT di Aula El Tari Kupang, Rabu, 9 April 2025.
“Pertemuan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran ASN sebagai agen pembangunan. ASN harus berdaya, sejahtera, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya,” tegas Gubernur Melki dalam sambutannya.
Ia menegaskan, wirausaha bukan hanya untuk pengusaha konvensional, tetapi juga terbuka bagi ASN sepanjang dijalankan sesuai aturan yang berlaku. “Kita ingin ASN bisa berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, tanpa mengesampingkan tugas utama sebagai pelayan masyarakat,” tambahnya.
Gubernur juga menyebutkan rencana Pemprov NTT untuk membentuk klaster-klaster usaha berdasarkan potensi dan minat para ASN, serta menggandeng pengusaha-pengusaha sukses sebagai mentor atau pendamping.
“Nantinya akan difasilitasi dengan pembinaan dan pendampingan sesuai bidang usaha. Kita juga akan libatkan pengusaha hebat, baik dari dalam maupun luar NTT, untuk mendampingi para ASN,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Kepala BKD Provinsi NTT, Yosef Rasi, mengapresiasi antusiasme ASN yang ingin terjun ke dunia usaha.
Ia mengungkapkan, sejak pendataan dibuka pada 27 Maret 2025, sudah ada 655 ASN yang mendaftar. Dari jumlah itu, sebagian sudah memiliki usaha berjalan selama 3 hingga 5 tahun, sementara lainnya baru ingin memulai.
“Bidang usaha yang diminati sangat beragam, mulai dari peternakan, kuliner, pertanian, pendidikan dan pelatihan, kesehatan, musik, hiburan, tekstil, fashion, penginapan dan akomodasi, hingga jasa retail,” jelas Yosef.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Melki atas inisiatif dan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi ASN. “Langkah ini akan membuka jalan baru bagi ASN untuk tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi lebih luas dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.***