politik

Kilangan Minyak Pertamina Cilacap Terbakar Lagi, Insiden Serupa Pernah Terjadi pada 2021

Jumat, 28 Februari 2025 | 20:39 WIB
Potret video-video amatir insiden kebakaran Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kasus yang terjadi tahun 2025 (kiri) dan pada tahun 2021 (kanan) (X.com / @WHOODY - @SiaranBolaLive)

NTTHits.com, Jakarta – Insiden kebakaran kembali melanda Kilang Minyak PT Pertamina Internasional di Cilacap, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 27 Februari 2025, sekitar pukul 11.00 WIB ini sontak menjadi sorotan publik, terutama karena peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2021.

Api yang berkobar di salah satu tangki kilang akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB, setelah upaya intensif dari tim pemadam internal Pertamina.

“Api muncul menjelang makan siang dan berhasil dipadamkan pada pukul 16.58 WIB. Upaya pendinginan terus dilakukan, dan yang paling penting, tidak ada korban jiwa serta pelayanan ke masyarakat tetap berjalan normal,” ungkap General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, kepada awak media.

Namun, mengapa insiden seperti ini terus terjadi? Mari kita bandingkan kronologi kebakaran tahun 2025 dengan kejadian serupa yang terjadi pada 2021.

Baca Juga: Skandal Korupsi Pertamina Rp193,7 Triliun, Ahok Berpotensi Dipanggil Kejagung

Perbandingan Insiden Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap 2025 vs. 2021

1. Titik Api Berasal dari Tangki yang Berbeda

Meskipun terjadi di fasilitas yang sama, titik awal kebakaran dalam kedua insiden ini berasal dari tangki yang berbeda:

  • 2025: Api muncul dari Tangki 38T 101, yang sebenarnya sudah tidak beroperasi. Sumber api berasal dari sludge (lumpur minyak) yang terbakar.
  • 2021: Titik api pertama kali muncul di Tangki 36T 102. Insiden ini lebih parah karena sempat terjadi kebakaran susulan setelah api pertama dipadamkan.

2. Waktu dan Tantangan Pemadaman Api

  • 2025: Pemadaman dilakukan dalam waktu sekitar 6 jam, dengan api berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa.
  • 2021: Pemadaman memakan waktu lebih lama karena munculnya api kedua setelah api pertama berhasil dipadamkan. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, kala itu menjelaskan bahwa api pertama padam dalam 80 menit, tetapi kemudian terjadi kebakaran susulan sehingga pemadaman berlangsung hingga keesokan paginya.

Nicke mengungkapkan bahwa insiden 2021 menjadi tantangan besar bagi tim pemadam karena form tangki terbuka, menyebabkan munculnya api kedua yang lebih sulit dikendalikan.

Baca Juga: Kejagung Vs Pertamina: Benarkah Ada Pertamax Oplosan? Ini Faktanya!

Kilangan Minyak Cilacap: Haruskah Kita Khawatir?

Dua insiden kebakaran dalam rentang waktu kurang dari lima tahun tentu menjadi tanda tanya besar bagi publik. Meski kedua kejadian ini berhasil ditangani tanpa korban jiwa, frekuensi kejadian serupa menunjukkan adanya potensi risiko di fasilitas ini.

Apakah ada langkah pencegahan yang lebih ketat yang harus diterapkan? Bagaimana kesiapan Pertamina dalam menghadapi kemungkinan insiden di masa depan? Yang jelas, publik berharap insiden seperti ini tidak terus berulang.***

Tags

Terkini