NTTHits.com, Jakarta – Di tengah gelombang pemotongan anggaran besar-besaran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan satu hal: pengelolaan gempa bumi dan tsunami tetap aman!
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI pada Rabu, 12 Februari 2025.
Efisiensi Anggaran BMKG Capai Rp1,4 Triliun
Pemotongan anggaran BMKG dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, sebagai bagian dari efisiensi belanja negara yang mencapai Rp306,69 triliun.
Akibatnya, anggaran BMKG yang semula Rp2,826 triliun terpangkas Rp1,423 triliun, atau 50,35 persen, menjadi hanya Rp1,4 triliun.
Baca Juga: Pemotongan Anggaran BMKG 50 Persen Terkuak, Kepala BMKG: Dari Rp2,8 Triliun Tinggal Rp1,4 Triliun!
Ancaman Layanan Peringatan Dini Terhambat
Pemotongan ini memicu kekhawatiran besar. Menurut Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Muslihhuddin, pemeliharaan Alat Operasional Utama (Aloptama), seperti sensor gempa, terjun bebas hingga 71 persen.
Padahal, BMKG memiliki sekitar 600 alat sensor yang memantau gempa bumi dan tsunami, sebagian besar sudah usang dan butuh perawatan intensif.
Akibat pemangkasan tersebut, Muslihhuddin memperingatkan:
- Akurasi peringatan cuaca, iklim, dan gempa menurun dari 90% menjadi 60%.
- Kecepatan peringatan dini tsunami melambat, dari 3 menit menjadi 5 menit atau lebih.
- Jangkauan penyebaran informasi gempa bumi dan tsunami anjlok hingga 70%.
Baca Juga: Istana Bantah Pemotongan Anggaran BMKG 50 Persen, Ini Faktanya!
Kepala BMKG: Anggaran Gempa & Tsunami Tak Dipotong!
Meski diterpa kekhawatiran, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa layanan inti terkait gempa bumi dan tsunami tetap terlindungi.
"Anggaran pengelolaan gempa bumi dan tsunami sebesar Rp41,9 miliar tetap dipertahankan, termasuk program edukasi seperti Sekolah Lapang Gempa," ujar Dwikorita.
Anggaran tersebut berasal dari Program Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) yang sebelumnya Rp1,5 triliun, namun terpangkas menjadi Rp372 miliar setelah efisiensi.
Jaringan Komunikasi 24 Jam Nonstop Dijamin
Selain itu, BMKG tetap siaga 24 jam dengan dukungan anggaran jaringan komunikasi sebesar Rp120 miliar.
"Ini untuk menjamin operasional BMKG 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun," tegas Dwikorita.
Baca Juga: BMKG Warning! Kenali Tanda-Tanda Banjir Bandang & Tanah Longsor Sebelum Terlambat