politik

Empat Fakta Karier Politik Erdogan, Dari Wali Kota Istanbul hingga Presiden Turki yang Kunjungi Indonesia

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:30 WIB
Potret Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (Instagram.com/@prabowo)

NTTHits.com, Jakarta, – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah menjadi sorotan publik Indonesia setelah kedatangannya ke Tanah Air disambut langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/2/2025).

Di tengah rintik hujan, kedua pemimpin negara berjabat tangan erat, menandai dimulainya kunjungan kenegaraan Erdogan di Indonesia. Agenda utama Erdogan adalah pertemuan bilateral dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Bogor pada 12 Februari 2025, membahas kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki.

Sebagai bagian dari pengamanan, Pemerintah Kota Bogor mengimbau warga untuk menghindari beberapa ruas jalan utama, seperti Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Jalak Harupat, Jl. Raya Pajajaran, dan Jl. Otto Iskandardinata, pada pukul 10.00 – 13.30 WIB.

Baca Juga: Sri Mulyani: Program Makan Bergizi Gratis Seperti Hajatan Pernikahan Setiap Hari

Di balik lawatannya ke Indonesia, Erdogan bukanlah sosok asing dalam dunia politik. Kiprahnya telah mencetak sejarah di Turki sejak 1994. Berikut empat fakta perjalanan politik sang presiden yang sukses menarik simpati rakyatnya hingga kini.

1. Terjun ke Politik Sejak Muda

Recep Tayyip Erdogan lahir di Istanbul pada 26 Februari 1954 dan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Bisnis Universitas Marmara, Turki, pada 1981.

Sejak muda, ia telah menunjukkan minat besar pada dunia politik. Pada 1983, Erdogan bergabung dengan Refah Partisi (Partai Kesejahteraan) yang menjadi pijakan awalnya untuk terjun ke panggung politik nasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Geram soal Korupsi: Mbok Ya Sadar, Kembalikan Uang Rakyat!

2. Sukses Besar sebagai Wali Kota Istanbul

Erdogan mulai dikenal luas ketika terpilih sebagai Wali Kota Istanbul pada 1994. Saat itu, Istanbul menghadapi berbagai masalah serius, seperti krisis air bersih, pengelolaan sampah, dan infrastruktur kota yang buruk.

Dengan kebijakan progresifnya, Erdogan berhasil:
Mengatasi krisis air dengan membangun jaringan pipa baru sepanjang ratusan kilometer.
Mengelola sampah kota dengan mendirikan fasilitas daur ulang modern.
Membangun infrastruktur penting dengan lebih dari 50 jembatan, lorong, dan jalan lingkar, yang meningkatkan mobilitas dan ekonomi kota.

Langkah-langkah ini membuatnya semakin populer dan dipercaya rakyat Turki sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata.

Baca Juga: KOMPAK INDONESIA Desak Prabowo Rampingkan Kabinet dan Batalkan Program Makan Siang Gratis

3. Pemimpin Tegas dalam Memerangi Korupsi

Selama menjabat sebagai Wali Kota Istanbul, Erdogan dikenal sebagai pemimpin yang disiplin dalam mengelola keuangan daerah. Ia berhasil melunasi sebagian besar utang kota sebesar $2 miliar atau Rp4,4 triliun (kurs tahun 1995: Rp2.201 per USD).

Berkat kepemimpinannya yang tegas dalam memberantas korupsi, pemerintahan kota Istanbul saat itu menjadi percontohan bagi daerah lain di Turki. Komitmennya dalam memerangi korupsi kemudian menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya terus mendapat dukungan rakyat.

Baca Juga: Prabowo Warning Menteri 'Ndablek'! Ini Reaksi Pejabat Negara yang Ogah Dicap Bandel

Halaman:

Tags

Terkini