politik

Warga Malaka Diduga Korban Perdagangan Manusia Diselamatkan di Medan

Rabu, 25 September 2024 | 19:50 WIB
Dolfina Nahak bersama PJ Gubernur NTT

NTTHits.com, Kupang - Seorang wanita asal Malaka, Dolfina Nahak, 27 tahun, diduga menjadi korban perdagangan orang (Human traficking) yang berhasil diselamatkan di Medan saat disekap di sebuah rumah kosong.

"Ada saudara kita Dolfina diduga menjadi korban perdagangan orang berhasil diselamatkan di Medan," kata Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto kepada wartawan, Rabu, 25 September 2024.

Dolfina, menurut dia, Diselamatkan mantan Wakil Gubernur NTT, Joseph Nae Soi, setelah mendapat informasi dari masyarakat dan keluarga Dolfina.

Baca Juga: Realisasi Investasi Kota Kupang Baru Capai 64,73 Persen Dari Target Rp.1,05 Triliun

"Secara mandiri menyelematkan yang bersangkutan. Saya ucapkan terima kasih kepada pak Yoseph yang proaktif berinisiatif selamatkan warga yang jadi korban perdagangan manusia," katanya.

Dia berharap masyarakat NTT jangan cepat tergiur dengan lowongan kerja yang tersebar di media sosial (Medsos). Apalagi mau dipekerjakan di luar NTT atau luar negeri.

"Masyarakat harus hati- hati dengan lowongan kerja di Medsos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Dia mengatakan Dolfina berangkat ke Medan karena mengetahui adanya lowongan pekerjaan melalui media sosial. Namun setelah tiba di Medan justru dia disekap di sebuah rumah kosong.

Baca Juga: Kupang Investment Forum II, Strategi Pemkot Mudahkan Akses Investasi

"Beruntung dia berhasil naik ke atap rumah dan teriak minta tolong ke warga sekitar yang berhasil menyelamatkan dia dari penyekapan itu," katanya.

Dia mengaku menjemput Dolfina di Medan dan hari ini berhasil dibawa ke Kupang, selanjutnya akan dipulangkan ke kampung halamanjya di Malaka.

"Kemarin dari Medan, dan hari tiba Kupang dan sore ini akan dipulangkan ke Malaka," jelasnya.

Dolfina mengaku mengetahui adanya informasi lowongan kerja sebagai ART melalui media sosial dengan akun atas nama Alfredo Neno Betan yang setelahnya diketahui bernama Andre Neno Betan.

Baca Juga: Kota Kupang Raih Penghargaan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Terbaik

Halaman:

Tags

Terkini