politik

Duga Ada Kecurangan, El Asamau Gugat Hasil Pemilu DPD ke MK

Rabu, 20 Maret 2024 | 16:56 WIB
El Asamau bersama kuasa hukum saat berikan keterangan pers kepada wartawan

NTTHits.com, Kupang - Calon Anggota DPD Nomor urut 5 daerah pemilihan (Dapil) NTT akan menggugat hasil pemilu DPD pada 14 Februari 2024 lalu. Dimana dia menduga ada terjadi kecurangan dan penggelembungan suara dari calon lain, sehingga dia harus finish di posisi kelima.

"Setelah bertemu tim di Kupang, ditemukan ada indikasi surat suara yang sedikit berbeda. Ini menjadi dasar bahwa kita mempertimbangkan untuk berproses di MK," kata El Asamau kepada wartawan, Rabu, 20 Maret 2024.

Menurut dia, gugatan yang diajukan ke MK bukan asal-asalan, karena miliki bukti yang akan dibawa ke MK. Diduga ada indikasi kecurangan, misalnya suara tidak sah menjadi bertambah, ada banyak tipe ex di C 2 plano.

Baca Juga: Dituding Bocorkan Data Korupsi Dana OMB dan DIPA Oleh Kapolres TTU, Kasat Reskrim Djoni Boro Dimutasi?

"Ini hal-hal yang menjadi perhatian kami. Karena ada TPS yang suara saya ada, tapi ternyata nol. Kami fokus pada suara kami yang hilang," katanya.

Namun apapun hasilnya dari gugatan ke MK, dia mengaku akan menerimanya dan tidak dipersoalkan.

"Apapun hasilnya dari proses hukum ini, kami tidak persoalkan. Namun perlu pembuktian di MK," katanya.

Pada pemilu DPD lalu, El Asamau berhasil menempati posisi kelima dengan jumlah 265.908 suara, kalah sekitar 1.295 suara dari posisi 4, Hilda Manafe yang meraih kursi terakhir.

Kuasa hukum El Asamau, Bildad Thonak mengatakan dari hasil pola data yang diambil ditemukan adanya dugaan kecurangan, seperti beberapa TPS di Pulau Sumba. Dimana dari jumlah 268 orang di satu TPS, data pemilih hanya untuk satu calon anggota DPD.

Padahal di TPS terdapat pemilih El Asamau yang mencoblos El. Kemana suara itu?

Baca Juga: Perda Retribusi dan Pajak Daerah Tak Miliki Perwali, Dishub Kupang : Kalau Perda Sudah Jelas Kenapa Harus Ada Perwali

"Masa sih, suara sah 268, bulat hanya untuk satu calon anggota DPD. Padahal di lapangan ada keluarga El Asamau yang juga mencoblos El Asamau. Suara ini kemana?, " tanya dia.

Hal serupa juga terjadi di Kota Kupang, ditemukan ada perubahan C1 Plano menggunakan tipe ex.

"Kami temukan adanya kecurangan secara sistemitis. Kami juga sudah persiapkan semua bahan menuju ke MK. Guna uji suara DPD di NTT, " katanya.

Halaman:

Tags

Terkini