NTTHits.com, Kupang – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Zet Tadung Allo, S.H., M.H., menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan siswa dan guru setelah insiden robohnya plafon di sejumlah sekolah dasar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sekolah terdampak meliputi SD Negeri 1 Naioni (Kecamatan Alak, Kota Kupang), SD Inpres Bismarak (Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang), dan SD Inpres Oesapa (Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang).
Didampingi jajaran pejabat Kejati NTT dan perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) NTT, Kajati melakukan kunjungan langsung pada Senin (20/1/2025). Turut hadir, antara lain, Asisten Pidana Khusus Ridwan Sujana Angsar, Koordinator Pidsus Fredy Simanjuntak, serta Kepala Balai PPW NTT T. Davis F. Hamid.
Baca Juga: Livy Renata Diduga Sindir Deddy Corbuzier, Ungkit Podcast Lawas Bersama Catheez, Udah Tua, Malah Bat
Kajati: Keselamatan Siswa dan Guru Tidak Boleh Dikorbankan
Melihat langsung kondisi memprihatinkan di lapangan, Kajati Zet Tadung Allo menyampaikan keprihatinan mendalam. “Keselamatan siswa dan guru adalah prioritas. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan hal ini tidak terulang,” tegasnya.
Meskipun plafon ruang kelas telah roboh, para guru tetap menjalankan tugas mengajar demi keberlangsungan pendidikan. Namun, situasi ini menimbulkan risiko besar bagi keselamatan mereka. Kajati berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas.
Dorongan untuk Langkah Cepat Balai PPW NTT
Kajati juga menaruh harapan besar kepada Balai PPW NTT agar segera bertindak. “Kami meminta evaluasi teknis menyeluruh dan perbaikan infrastruktur dilakukan secepatnya. Kolaborasi kuat diperlukan untuk menjamin keselamatan siswa serta kelancaran proses belajar-mengajar,” kata Kajati.
Investigasi Penyebab Kerusakan: Tak Ada Kompromi pada Kelalaian
Kejati NTT berencana menyelidiki lebih jauh penyebab robohnya plafon tersebut. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam pembangunan atau perawatan bangunan, Kajati memastikan pihaknya akan bertindak tegas. “Keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan. Jika ada pelanggaran hukum, kami akan menindak sesuai aturan,” ujar Zet Tadung Allo dengan tegas.
Langkah Nyata untuk Pendidikan Lebih Baik di NTT
Kejati NTT berjanji terus memantau penanganan insiden ini, termasuk hasil investigasi dugaan penyebab kerusakan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kejati untuk melindungi hak-hak anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.***