Erupsi Gunung Ibu, Jumlah Pengungsi Meningkat, Fasilitas dan Layanan Tetap Terjamin BNPB Pastikan Pengungsi Aman, Sehat, dan Tetap Produktif

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 21 Januari 2025 | 07:04 WIB
Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati (kemeja biru dan rompi hijau) bersama Dandim 1501/Ternate meninjau proses memasak yang dilakukan oleh personel TNI dan warga di Dapur Umum TNI di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Senin (20/1).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati (kemeja biru dan rompi hijau) bersama Dandim 1501/Ternate meninjau proses memasak yang dilakukan oleh personel TNI dan warga di Dapur Umum TNI di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Senin (20/1).

HALMAHERA BARAT – Penanganan darurat erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat terus menjadi prioritas. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, bersama tim gabungan meninjau langsung kondisi pengungsi pada Senin (20/1) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Setiap pengungsi harus mendapatkan makanan bergizi, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial. Kami memastikan hal ini berjalan optimal di semua posko,” ujar Raditya usai meninjau dapur umum yang dikelola TNI.

Baca Juga: Pengungsi Gunung Ibu Capai 664 Jiwa, Evakuasi Terus Berlangsung 24 Jam

Dapur Umum: Sajikan 1.500 Porsi Makanan Segar Setiap Hari

Salah satu sorotan utama adalah dapur umum. Dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah, dapur umum TNI dan Kementerian Sosial melalui Tagana memasak makanan segar setiap hari tanpa menggunakan bahan instan. Sebanyak 1.500 porsi disiapkan setiap hari untuk para pengungsi dan tim pendukung.

“Pagi hari, dapur Kemensos bertugas memasak. Siang dan malam, giliran dapur TNI. Bahan-bahan segar disuplai BPBD sehingga setiap menu yang disajikan bergizi dan sehat,” jelas Raditya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ibu, BNPB Pasang Rambu Bahaya dan Percepat Evakuasi Warga ke Pengungsian

Logistik dan Stok Terjamin

Tim BNPB juga meninjau gudang logistik sementara milik BPBD Halmahera Barat. Stok kebutuhan pokok, termasuk makanan dan obat-obatan, dipastikan aman hingga satu minggu ke depan. Jika stok menipis, pengisian ulang akan dilakukan melalui gudang utama di Kantor BPBD.

“Tidak ada kendala untuk logistik. Semua proses distribusi berjalan lancar, termasuk ke lokasi-lokasi pengungsian terpencil,” tambahnya.

Pendidikan Tetap Berjalan, Anak-anak Diberi Dukungan Psikososial

Selain kebutuhan fisik, pemerintah juga memastikan pendidikan dan kesehatan mental para pengungsi, khususnya anak-anak, tidak terabaikan. Guru-guru ditugaskan untuk membuat kelas darurat di pos pengungsian, seperti di SD Inpres Tongute Goin.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ibu, Prioritas Evakuasi Warga, 2.959 Jiwa Dipindahkan ke Tempat Aman

“Kami ingin anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran meskipun berada di pengungsian. Pendidikan tidak boleh berhenti. Di sisi lain, hiburan dan aktivitas kreatif juga diberikan untuk menjaga semangat mereka,” kata Raditya.

Di beberapa posko, anak-anak mengikuti kegiatan permainan dan mendengarkan cerita dari para guru yang bertugas. Tujuannya, agar mereka tetap ceria meskipun menghadapi situasi sulit.

Pelayanan Kesehatan Tersedia di Setiap Posko

Layanan kesehatan juga menjadi prioritas. Setiap titik pengungsian dilengkapi dengan dokter dan tenaga kesehatan yang siaga. Pemerintah memastikan pengungsi mendapatkan perawatan medis sesuai kebutuhan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Baca Juga: Gunung Ibu Erupsi, Banjir Masih Genangi Beberapa Wilayah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X