NTTHits.com, Jakarta – Kasus penembakan lima Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, terus berkembang. Hingga kini, dua WNI dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan.
Korban kedua, yang sebelumnya dalam kondisi kritis usai operasi pengangkatan ginjal akibat luka tembak, akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 4 Februari 2025, di Rumah Sakit Idris Shah Serdang.
Baca Juga: Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia: Kemlu RI Bantah Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata
Identifikasi Korban Tuntas, Jenazah Dipulangkan ke Indonesia
Proses identifikasi korban meninggal sempat mengalami kendala karena para WNI tidak membawa dokumen identitas saat kejadian. Namun, berkat bantuan rekam biometrik dan kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), identitas korban akhirnya terungkap.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Judha Nugraha, mengonfirmasi bahwa korban berinisial VMSM berasal dari Desa Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
"Jenazah VMSM akan dipulangkan pada 11 Februari 2025 dari Kuala Lumpur menuju Medan, lalu dibawa ke kampung halamannya," ujar Judha pada Senin, 10 Februari 2025.
Setelah identifikasi selesai, jenazah langsung diserahterimakan kepada pihak KBRI Kuala Lumpur dan segera diproses untuk pemulangan ke Indonesia.
Terungkap! Korban Merupakan PMI Jalur Ilegal
Dari hasil penyelidikan, lima WNI yang menjadi korban penembakan merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk Malaysia secara ilegal.
Berikut rincian kondisi korban:
- Korban meninggal pertama: Berinisial B, telah dimakamkan di kampung halamannya di Riau.
- Korban meninggal kedua: VMSM, berasal dari Sumatera Utara.
- Korban selamat: HA dan MZ, berasal dari Riau, dalam kondisi stabil dan memberikan keterangan kepada aparat.
- Korban selamat lainnya: MH, berasal dari Aceh, kini sudah keluar dari ruang intensif.
HA dan MZ sebelumnya membantah tuduhan bahwa mereka melakukan perlawanan kepada aparat Malaysia saat kejadian.
Baca Juga: Tragedi Penembakan WNI di Malaysia: Korban Meninggal Bertambah, Satu Orang Koma Akhirnya Tutup Usia
Satu WNI Ditahan, Satu Lagi dalam Pengejaran Polisi Malaysia