NTTHits.com – TikTok, aplikasi media sosial asal China yang populer di dunia, kini resmi diblokir di Amerika Serikat (AS) usai putusan Mahkamah Agung yang menolak banding dari pihak TikTok.
Langkah ini menjadi sorotan internasional, mengingat besarnya basis pengguna aplikasi ini di Negeri Paman Sam.
1. Alasan Pemblokiran: Keamanan Nasional Jadi Sorotan
Dilansir dari The Guardian, pemblokiran TikTok di AS dilatarbelakangi oleh isu keamanan nasional. Kongres AS menegaskan bahwa aplikasi ini diduga memiliki hubungan dengan musuh asing dan terlibat dalam praktik pengumpulan data yang dapat membahayakan keamanan negara.
Baca Juga: Fakta Terbaru Kasus Sindikat Pembobol Rumah di Jaksel, Eksekutor, Penadah, dan Aksi 20 TKP
“Keputusan ini telah didukung oleh bukti kuat terkait pengumpulan data TikTok dan hubungannya dengan pihak asing,” demikian pernyataan resmi Mahkamah Agung AS, Jumat, 17 Januari 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah AS untuk melindungi data warganya dari potensi ancaman yang dianggap berasal dari China.
2. Ancaman Denda Fantastis: Rp81,9 Juta per Pengguna!
Sebagai konsekuensi dari pemblokiran ini, pemerintah AS mengeluarkan aturan keras bagi TikTok. Jika aplikasi ini masih diakses oleh pengguna di wilayah AS, maka perusahaan akan dikenakan denda hingga 5.000 USD, atau sekitar Rp81,9 juta, untuk setiap pengguna yang masih aktif.
Aturan ini diharapkan dapat mempercepat proses penghentian total distribusi aplikasi tersebut di AS.
Baca Juga: Fakta Uya Kuya Pasca Kebakaran LA, Dari Kena Tegur Hingga Aksi Sosial yang Viral
3. Trump Beri Harapan: Peninjauan Ulang dalam 90 Hari?
Presiden terpilih Donald Trump, yang akan resmi dilantik pada 20 Januari 2025, memberikan sinyal bahwa TikTok mungkin mendapat kesempatan kedua. Dalam pernyataannya kepada Reuters, Trump mengatakan kemungkinan besar ia akan memberikan waktu penangguhan selama 90 hari untuk meninjau kembali situasi ini.
“Keputusan ada di tangan saya. Anda akan melihat apa yang akan saya lakukan setelah pelantikan,” ujar Trump pada Sabtu, 18 Januari 2025.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap melindungi keamanan data warga AS. “Saya membutuhkan sedikit waktu untuk memahami dan meninjau situasi dengan lebih dalam,” tambahnya.
Baca Juga: Disebut Tak Jamin Semua Jenis Penyakit, BPJS Kesehatan Angkat Bicara
4. Harapan TikTok: Janji Trump untuk 'Aktifkan Kembali'
Dalam laporan AP News, penasihat keamanan Trump mengisyaratkan bahwa pemerintah baru akan mencoba mencari solusi untuk mengaktifkan kembali TikTok di AS. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang diumumkan.