NTTHits.com, Kupang - Angka kasus bayi dan Bawah Lima Tahun (Balita) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), penderita gizi buruk dan gizi kurang yang mengakibatkan stunting mengalami penurunan di tahun 2023.
"Hasil hingga hari ini, kota Kupang mengalami penurunan kasus stunting turun 2,5 persen dan berada di posisi 19,03 persen,"kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, Rabu, 15 Pebruari 2023.
Baca Juga: Komunitas Motor Max Owners Kupang Jadi Orangtua Asuh Dua Balita Stunting
Hal tersebut ditemukan dalam data aplikasi e-PPGBM atau aplikasi pemenuhan informasi dan intervensi status gizi, yang merekap hasil timbang di 51 kelurahan dalam program operasi timbang selama bulan Pebruari, dengan target sasaran 23 ribu bayi dan balita.
Data periode Agustus 2022, total kasus gizi buruk dan gizi kurang yang mengakibatkan anak mengalami stunting di 51 kelurahan se kota Kupang, tercatat sebanyak 5.497 atau berada di angka 21,5 persen.
Baca Juga: Calon Pengantin di Kupang Wajib Konsumsi Tablet, DPPKB : Edaran Itu Sifatnya Imbauan Tekan Stunting
Namun ditahun 2023, kasus stunting berada pada posisi 19,03 persen atau mengalami penurunan 2,5 persen yakni terctat hanya tersisa 4.543 bayi dan balita yang masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk.
"Penanganan gizi buruk dan gizi kurang yang ditangani ini, akan terus berkelanjutan dengan berbagai program intervensi,"tambah Retnowati.
Baca Juga: Stunting NTT Masih Berada di Angka 17,7 Persen
Adapun penanganan gizi buruk dan gizi kurang, dilihat dari deteksi anak dengan tumbuh tidak memadai atau (T1), yakni bila berat badan naik dibanding bulan sebelumnya tetapi grafik berpindah kebawah, atau anak tidak tumbuh (T2), yakni kondisi berat badan bulan ini turun dibanding bulan sebelumnya. (*)