Kasus Stunting dan Masalah Gizi Buruk Masih Jadi Momok di Kabupaten TTS

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 18:30 WIB
Pj Bupati, Edison Sipa
Pj Bupati, Edison Sipa

NTTHits.com, TTS - Persoalan tingginya kasus stunting dan gizi buruk di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi masalah utama di wilayah tersebut.

"Kami harus mengakui bahwa masalah utama di kabupaten TTS adalah soal kasus stunting yang cukup tinggi"kata Pj Bupati TTS, Edison Sipa, Selasa, 8 Oktober 2024.

Baca Juga: 13.441 Anak Balita di Kabupaten TTS Alami Stunting dan Gizi Buruk

Menurut dia, dari 22 kabupaten/kota se NTT, Kabupaten TTS dengan jumlah jiwa sebanyak 475jiwa, setengahnya merupakan usia anak-anak, sehingga berbagai upaya penanganan dan intervensi terus dilakukan setiap tahun, namun karena sasaran terlalu banyak maka tidak tuntas dalam penanganannya.

Berdasar Data Dinas Kesehatan TTS, tercatat Februari 2024 sebanyak 7.850 balita atau sebesar 20,2persen, naik menjadi 36,5persen atau sebanyak 13.441 anak di bulan Agustus 2024.

"Intervensi telah kami lakukan melalui dinas-dinas terkait, hingga kepala desa melalui dana desa, tapi karena sasaran kasus stunting terlalu banyak, sehingga kita juga akui tidak tuntas dalam penanganannya,"tambah Edison.

Baca Juga: Bulog Peduli Gizi Bantu 175 Balita Stunting dan Gizi Buruk di Desa Oinlasi

Pemerintah kabupaten TTS selain menggunakan alokasi dana desa sebesar 2persen untuk intervensi pemberian makanan tambahan bagi anak balita stunting, strategi penurunan angka kasus juga dilakukan dengan pola "Bapa Asuh" harapannya laju kenaikan angka kasus stunting dan gizi buruk dapat ditekan. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X