NTTHits.com, Kupang - Tiga unit mobil penyapu jalan yang dibeli dengan nominal sebesar Rp.4 milliar lebih, guna membantu tenaga penyapu, kini hanya menjadi pajangan dan barang antik sekaligus menambah panjang catatan daftar aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Perlu dijelaskan tiga unit mobil penyapu jalan yang menjadi kebanggaan Pemkot Kupang, apakah sudah membantu tenaga penyapu atau keberadaannya hanya jadi pajangan dan barang antik,"kata Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Kupang, Epy Seran, saat sidang pandangan umum fraksi, Jumat, 28 April 2023.
Baca Juga: YPTB Minta 10 Persen dari Dana Kompensasi Pencemaran Laut Timor, Warga Rote Ndao Tolak
Tiga truk penyapu jalan tersebut di beli sejak tahun 2019, dengan tujuan mengatasi masalah kebersihan agar lebih efisien dan efektif, khusus di jalan-jalan protokol di Kota Kupang.
Ketiga kendaraan penyapu jalan tersebut dibeli dengan harga sebesar Rp4 milliar, dengan ukuran besar dan kecil,berkapasitas daya tampung sampah sebanyak 3-6 ton. Kendaraan tersebut dibekali dengan beberapa kemampuan seperti mesin sapu, alat penyemprot serta penyedot sampah dan air yang mampu dilakukan sekaligus dalam satu kali pengoperasian.
Baca Juga: Guru Sekolah Minggu di Kota Kupang Diduga Cabuli Tiga Siswi
Dengan cara kerjanya, sapu hidrolik yang berada di depan bumper dan sayap mobil akan menggiring kotoran masuk ke mesin penyedot di saat itupun penyemprot air dapat bekerja menetralisir debu saat proses pembersihan
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, mengatakan, biaya operasional serta pemeliharaan ketiga truk penyapu jalan tersebut sangat besar, selain itu, kendaraan penyapu jalan yang ada, dirasakan kurang efektif dalam membantu pelaksanaan tugas 63 tenaga atau petugas penyapu jalan, karena kendaraan tersebut tidak berfungsi dengan secara baik pada saat musim penghujan atau saat kondisi jalan dalam keadaan basah.
Baca Juga: DPRD Pertanyakan Alasan 60 PTT Diberhentikan, Pemkot Kupang Tidak Punya Data
"biaya operasional serta pemeliharaan ketiga truk penyapu jalan tersebut sangat besar dan tidak efektif dan berfungsi secara baik jika musim hujan atau jalan basah,"kata George.
Pengadaan tiga kendaraan penyapu jalan tersebut, menjadi andalan Pemerintah Kota Kupang guna mempercepat proses pembersihan jalan, sekaligus mengatasi masalah kebersihan sehingga menciptakan kota yang bersih dan bebas dari sampah. (*)