NTTHits.com, Kupang - Puncak perayaan Paskah Bahari di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan parade umat dengan jumlah peserta sebanyak 875 orang dari 40 kontingen.
Para umat yang terlibat diantaranya, 35 jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT, Wanita Katolik RI (WKRI) Kota Kupang serta Kerukunan Keluarga Kawanaua (KKK), warga Minahasa yang ada dalam perantauan di Kupang.
Baca Juga: Belasan Perahu Nelayan Semarakan Malam Takbiran di Kupang
"Seluruh umat yang telah mengambil bagian dalam momentum ini, membuktikan bahwa dalam momen perayaan Paskah Bahari, benar-benar menghadirkan resonansi kebangkitan Kristus,"kata Pj.Wali Kota Kupang, George Hadjoh dalam sambutan malam perayaan Ibadah Paskah Bahari, Jumat, 21 April 2023.
Ibadah Syukur Paskah Bahari Klasis Kota Kupang Timur di Kawasan Muara Abu Pantai Mangrove, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, merupakan kegiatan puncak dari syukur paskah lintas etnis dan lintas agama yang mengambil tema “Aku mendahului kamu ke Galilea, jangan takut!”.
Baca Juga: GAMKI NTT: Rawat Toleransi Keagamaan dan Keamanan ASEAN Summit
Paskah bahari melibatkan para Pendeta se-Klasis Kota Kupang Timur, paduan suara klasis dan paduan suara The Counter Melody, penari dari 4 pusat pengembangan anak (PPA) di Klasis Kota Kupang Timur, peserta parade, Uga Hari Band, Tim Media Kita dan Tamu spesial yaitu Igo Idol, para undangan serta masyarakat sekitar kawasan pantai Muara Abu
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan NTT, Jelamu Ardu Marius,mengatakan, Paskah Bahari merupakan Paskah yang terkait dengan ekosistem kelautan.
Baca Juga: Apa dan Bagaimana Ikhwal MTN
Momen tersebut, mengingatkan pada sebuah peristiwa di Alkitab dalam Kitab Kejadian tentang penciptaan dunia dan segala isinya termasuk laut oleh Tuhan sang pencipta.
"Perayaan Paskah Bahari di pinggir pantai, bersama para nelayan dan petani harus disyukuri, karena melalui mereka tersedia kebutuhan makanan seperti ikan dan pangan lainnya,"kata Jelamu.
Baca Juga: Sowan ke Pimcab Kota Kupang, Ini Pesan Ketua Pimda PKN NTT
Ketua Panitia Pelaksana Paskah Bahari di Kupang, I Wayan Gede Astawa dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), mengatakan, panitia telah merancang sejumlah kegiatan positif seperti kegiatan peduli stunting dengan intervensi pemberian makanan tambahan selama 90 hari bagi 110 bayi usia 0 s/d 5 tahun, aksi donor darah dari 104 pendonor, penanaman 500 anakan Mangrove di lokasi pantai wisata muara abu, kerja bakti di pantai dan jalan umum.