humaniora

Warga Kefamenanu Temukan Amunisi Aktif di Dekat Benteng Peninggalan Perang, Risiko Ledakan Masih Tinggi

Rabu, 3 Desember 2025 | 19:22 WIB
Respon cepat piket fungsi Polres TTU bersama Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres TTU lakukan identifikasi di TKP (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu — Masyarakat Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali diingatkan akan bahaya sisa peninggalan perang setelah ditemukan amunisi aktif di kebun warga. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa area tersebut masih menyimpan potensi ledakan sewaktu-waktu.

Pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul WITA, Yohanes Manose, 46 tahun, warga RT/RW 046/009, menemukan satu butir amunisi aktif berkaliber 50–81 mm saat mencangkul tanah untuk mengolah kebunnya di belakang Sinar Terang. Amunisi itu terkubur sekitar 20 cm di bawah permukaan tanah.

“Saya sedang mencangkul untuk membersihkan kebun. Tiba-tiba alat saya mengenai benda keras, dan setelah diperiksa, ternyata itu amunisi aktif. Saya langsung berhenti dan melapor ke pihak berwenang,” jelas Yohanes dengan wajah tegang.

Sekitar TKP di Police Line untuk mengamankan temuan mortir aktif (Jude Lorenzo Taolin)

Lokasi penemuan tidak jauh dari area bersejarah yang dikenal dengan benteng peninggalan Jepang dan Belanda. Menurut data kepolisian, temuan ini hanya berjarak sekitar 10 meter dari penemuan amunisi senjata Mauser pada 22 Oktober 2025, menandakan adanya akumulasi sisa perang di area tersebut.

Baca Juga: Capaian IKD di TTU Masih Rendah, Dukcapil Desak Warga Segera Aktivasi Aplikasi Kependudukan Digital

Menyikapi temuan berulang ini, piket fungsi Polres TTU bersama Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres TTU segera mendatangi lokasi pada pukul 15.40 WITA untuk memasang Police Line, mengamankan area, dan mengevakuasi amunisi agar tidak menimbulkan risiko bagi warga sekitar.

“Tingkat risiko masih sangat tinggi. Amunisi mortir berkaliber ±50–81 mm dalam kondisi aktif dapat meledak sewaktu-waktu jika terkena benturan, tekanan, atau gesekan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi dan tidak mencoba memindahkan amunisi sendiri,” tegas pihak kepolisian.

Temuan berulang di lokasi yang sama menimbulkan kekhawatiran serius. Ahli keamanan menyebut bahwa area bekas benteng peninggalan perang di TTU masih berpotensi menyimpan banyak amunisi tersisa, termasuk mortir dan peluru aktif, akibat tidak semua sisa perang sempat dievakuasi pada masa lalu.

Baca Juga: Sembilan Gol Tercipta, Manchester City Menang Tipis 5-4 atas Fulham di Craven Cottage

Masyarakat pun dihimbau untuk selalu waspada, terutama saat mengolah lahan atau melakukan aktivitas di sekitar benteng tua dan lokasi-lokasi bersejarah lainnya. Kepolisian TTU menegaskan akan melakukan pendataan menyeluruh dan memetakan area rawan untuk mencegah potensi kecelakaan serius di masa depan.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci keselamatan. Setiap temuan seperti ini harus segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan aman oleh aparat,” tegas petugas

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa meski sudah puluhan tahun berlalu, sisa-sisa peperangan masih menyimpan ancaman nyata. Satu kesalahan atau ketidaksengajaan bisa berakibat fatal, sehingga kewaspadaan warga tetap menjadi prioritas utama.(*)

Tags

Terkini