Fokus Wilayah Kepulauan dan Pentahelix
Upaya mandiri pangan juga menyasar wilayah kepulauan seperti Alor, Rote, Sabu, dan Lembata yang selama ini bergantung pada pasokan dari daratan. Produksi lokal diharapkan mengurangi risiko inflasi dan ketimpangan distribusi saat musim hujan.
Dalam mewujudkan cita-cita ini, Joaz menekankan pentingnya keterlibatan pentahelix: TNI/Polri, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan (SMA, SMK, dan perguruan tinggi), serta sektor swasta dan media sebagai mitra pembangunan.
Target 2026: Surplus Beras untuk NTT
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan sarana prasarana, Pemerintah Provinsi NTT optimis bahwa pada tahun 2026, provinsi ini akan mencatat luas panen 288.890 hektare, produksi GKG sebesar 1.266.770 ton, dan produksi beras setara 707.806 ton — yang artinya NTT tidak lagi defisit, bahkan mengalami surplus beras.
“Langkah ini bukan hanya soal pangan, tapi soal harga diri dan kemandirian daerah,” tutup Joaz.***