Dengan lonjakan pemudik yang signifikan, potensi kemacetan di jalur underpass Bandara NYIA menjadi perhatian serius.
Kulonprogo, Zona Merah Tsunami
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menegaskan bahwa wilayah selatan DIY, termasuk Kulonprogo, berada dalam zona merah tsunami.
Baca Juga: Istana Bantah Pemotongan Anggaran BMKG 50 Persen, Ini Faktanya!
“DIY berada di zona subduksi, tempat bertemunya lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang berpotensi memicu gempa besar,” jelas Ardhianto.
Menurut pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), skenario terburuk adalah gempa berkekuatan Magnitudo 8,7 yang dapat memicu tsunami di sepanjang pesisir selatan, termasuk Kulonprogo.
“Golden time kita hanya sekitar 10 menit setelah gempa. Jadi, masyarakat harus tahu cara mitigasi, bukan malah panik,” tegas Ardhianto.
Belajar dari Sejarah
Sejarah mencatat, tsunami besar pernah melanda wilayah ini pada tahun 1840, menimbulkan banyak korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar masyarakat selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana serupa.
BMKG Imbau Masyarakat untuk Tetap Tenang
BMKG menegaskan bahwa kesiapan masyarakat menghadapi situasi darurat jauh lebih penting daripada ketakutan berlebihan.
"Yang penting kita siap, bukan takut. Jangan panik, tapi pahami langkah mitigasi dengan baik," ujar Ardhianto.***