humaniora

Dear Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Ibu-Ibu di Banten hingga Jateng Kehilangan Nyawa Demi Antre Gas Melon

Kamis, 6 Februari 2025 | 17:01 WIB
Potret video amatir terkait warga Pamulang, Banten (kiri) dan warga Demak, Jawa Tengah (kanan) yang viral usai dikabarkan meninggal dunia akibat antre gas melon. (X.com / @Aira922 - @Jumianto_RK)

NTTHits.com, Jakarta – Kebijakan pengetatan distribusi Elpiji 3 kg (Gas Melon) yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2025 menimbulkan gejolak besar di masyarakat. Alih-alih memastikan subsidi tepat sasaran, kebijakan ini justru berujung antrean panjang, kelangkaan, hingga korban jiwa!

Di berbagai daerah, warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan tabung gas bersubsidi, bahkan beberapa kasus tragis berujung pada kematian.

Tragedi Gas Melon: Antrean Berujung Maut

1. Yonih, Penjual Nasi Uduk di Banten Meninggal Setelah Antre Gas

Pada 3 Februari 2025, kabar duka datang dari Pamulang, Banten. Yonih (62), seorang penjual nasi uduk, meninggal dunia setelah diduga kelelahan usai mengantre panjang demi mendapatkan Gas Melon.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Beringin, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan. Yonih berhasil membawa pulang tabung gas yang didapatnya, namun nyawanya tak tertolong setibanya di rumah akibat kelelahan parah.

Baca Juga: Kisruh Gas Elpiji 3 Kg: Prabowo Turun Tangan, Pengecer Kembali Diaktifkan!

2. Tri Lestari, Ibu Rumah Tangga di Jateng Tewas Terseret Truk

Sehari setelah insiden Yonih, tragedi lainnya terjadi di Grobogan, Jawa Tengah.

Tri Lestari (48), seorang ibu rumah tangga dari Demak, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan maut saat berburu Gas Melon. Peristiwa ini terjadi di Jalan Semarang-Grobogan pada 4 Februari 2025.

Lestari mengendarai motor untuk mencari gas saat tabung yang dibawanya terlepas, membuatnya kehilangan kendali. Naas, ia terseret truk yang melintas, dan nyawanya tak bisa diselamatkan.

Baca Juga: Pedagang Eceran Gas Elpiji 3 Kg Bisa Raup Untung Jutaan Rupiah! Begini Caranya Jadi Pangkalan Resmi

Menteri Bahlil: "Gas Melon Tidak Langka!"

Di tengah kegelisahan masyarakat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia justru menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan Gas Melon.

"Kelangkaan daripada LPG itu sebenarnya nggak ada. Semua kebutuhan dari 2024 ke 2025 volumenya sama, dan kami siapkan sekarang," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Bogor, Jawa Barat, pada 2 Februari 2025.

Bahlil menambahkan bahwa pemerintah sedang mengkaji perubahan status pengecer menjadi pangkalan resmi, agar masyarakat bisa mendapatkan gas dengan harga yang sesuai.

Baca Juga: Mulai 1 Februari, Gas Elpiji 3 Kg Tak Lagi Dijual di Pengecer! Lalu, Harus Beli di Mana?

Prabowo Turun Tangan: Pengecer Gas Melon Kembali Diizinkan

Melihat kekacauan di lapangan, Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun tangan. Setelah berkoordinasi dengan DPR RI, ia memerintahkan Menteri Bahlil untuk mengaktifkan kembali pengecer gas LPG 3 kg.

DPR RI: “Pengecer Boleh Berjualan Kembali”

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa hasil komunikasi DPR dengan pemerintah telah menghasilkan keputusan mengizinkan pengecer kembali berjualan Gas Melon.

Halaman:

Tags

Terkini