humaniora

Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca! Begini Prosesnya

Kamis, 30 Januari 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi banjir yang bisa dicegah dengan melakukan modifikasi cuaca begini caranya. (Freepik/Kireyonok_Yuliya)

NTTHits.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir. Jika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, maka OMC akan segera dilaksanakan.

Pemprov DKI Siap Bertindak

"Kami rencanakan dalam 2-3 hari ini untuk melakukan modifikasi cuaca. Jika memang cuaca diprediksi hujan lebat menuju ekstrem, maka kami segera bertindak," ujar Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, di TMII, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2025).

Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). OMC akan dikoordinasikan langsung oleh Asisten Pemerintahan guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Melanda NTT, Penanggulangan Berjenjang Sesuai Level Bencana

Pelajaran dari Banjir Jakarta

Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir pada Selasa (28/1/2025). Namun, Teguh menjelaskan bahwa saat itu Pemprov DKI belum sempat melakukan OMC lantaran prediksi BMKG sebelumnya hanya memperkirakan hujan sedang hingga lebat, bukan ekstrem.

"Prediksi awal tidak seekstrem yang terjadi, jadi kami belum melakukan modifikasi cuaca. Tapi pengalaman ini menjadi pembelajaran agar semua petugas dan perangkat wilayah selalu siaga, dengan atau tanpa OMC," tegasnya.

Teguh menekankan bahwa OMC bukan satu-satunya solusi, melainkan bagian dari upaya mitigasi yang harus didukung dengan kesiapan infrastruktur dan peran aktif masyarakat.

Baca Juga: Pj Gubernur NTT Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Jadi Perhatian Serius

Sukses OMC Sebelumnya: Hujan Berkurang, Jakarta Aman

Pada akhir Desember 2024, Pemprov DKI telah menjalankan OMC untuk mencegah banjir jelang pergantian tahun. Sebanyak 8 ton garam (NaCl) digunakan selama enam hari (25-31 Desember 2024) dalam operasi yang melibatkan 10 sorti penerbangan dengan total waktu terbang 19 jam 36 menit.

"Hasilnya sangat positif. Intensitas hujan di Jakarta berkurang signifikan," ungkap Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Berdasarkan data satelit GSMap, selama OMC berlangsung, curah hujan di Jakarta berkisar antara 0 hingga 40 mm per hari, dengan puncak mencapai 40 mm pada 25 Desember 2024. Analisis menunjukkan bahwa OMC berhasil mengurangi intensitas hujan sebesar 38% berdasarkan data GSMap dan 28% dari perhitungan GFS terhadap curah hujan aktual.

Halaman:

Tags

Terkini