humaniora

Bulog Peduli Gizi Bantu 175 Balita Stunting dan Gizi Buruk di Desa Oinlasi

Selasa, 8 Oktober 2024 | 17:10 WIB
Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono saat Serahkan bantuan bagi Balita Stunting di TTS

NTTHits.com, So'e - Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Bulog Peduli Gizi Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan bantuan beras fotivikasi dan susu formula bagi 175 anak Bawah Lima Tahun (Balita) di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Melalui program Bulog Peduli Gizi, dalam rangka mengatasi stunting dengan pemberian beras bervitamin Fortivit sebanyak 10kg dan susu formula perbulan dengan total selama 3 bulan,"kata Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, saat penyerahan secara simbolis, Selasa, 8 Oktober 2024.

Baca Juga: Pemberdayaan BRI Tingkatkan Skala Usaha Klaster Usaha Rumput Laut Semaya di Nusa Penida

Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada website www.aksi.bangda.kemendagri.go.id Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk dalam 3 besar provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan kabupaten dengan indeks prevalensi stunting tertinggi Ke-3 di NTT yaitu 22,3persen.

Adapun bantuan TJSL program Bulog Peduli Gizi bagi untuk 175 balita stunting dan gizi buruk berupa pemberian Beras bervitamin (Beras Fortivit Bulog) sebanyak 10kg total 5.250kg dan 1.575 box susu formula per bulan dengan total pemberian bantuan selama 3 bulan.

Baca Juga: Wakil Menteri BUMN: Modernisasi Bantu Pemberdayaan Nasabah PNM Lebih Optimal

Desa Oinlasi dipilih karena total jumlah 175 balita stunting dan gizi buruk berada pada lokasi tersebut dengan rincian antara lain, balita stunting sebanyak 166 balita dan 9 balita berpotensi stunting yang memiliki kategori diantaranya, Balita mengalami stunting dan berat badan kurang (BB/U) sebanyak 67 anak,  Balita mengalami stunting dan memiliki berat badan sangat kurang sebanyak 21 anak, Balita mengalami stunting dan memiliki gizi kurang sebanyak 7 orang anak dan Balita mengalami stunting dan memiliki gizi buruk sebanyak 1 anak.

Pj Bupati TTS, Edison Sipa, mengakui bahwa masalah utama wilayah tersebut adalah masalah stunting.  dengan jumlah penduduk 475ribu jiwa, diantaranya anak-anak masuk dalam kategori stunting dan gizi buruk. Intervensi bantuan pemerintah desa yang dilakukan diakui juga belum tuntas dalam penanganannya.

"Kami harus mengakui bahwa dari semua kabupaten di NTT, TTS lah yang angka stunting cukup tinggi, dan tidak tuntas dalam penanganannya," kata Edison.

Baca Juga: Paket JUANG Bakal Jadikan Biboki Anleu Sebagai Lumbung Pangan Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Ria Tahun, mengatakan, data stunting sebelumnya berada di angka 46 persen, sempat mengalami penurunan angka kasus, di Februari 2024 angka kasus stunting berada di posisi 20,2 persen atau sebanyak 7.850 balita, di bulan Agustus 2024, data menunjukkan ada kenaikan angka kasus menjadi 36,5persen atau sebanyak 13.441 anak.

"Grafik kasus stunting di kabupaten TTS memang mengalami kenaikan kasus dari 20,2persen naik menjadi 36,5persen, artinya setengah dari jumlah anak di TTS mengalami stunting,"tandas Ria.

Baca Juga: 13.200 Orang Dapatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis BRI Peduli di Berbagai Wilayah di Indonesia

Orangtua Balita Stunting, Hagia Otu, mengapresiasi pemberian bantuan melalui program Bulog Peduli Gizi yang diberikan bagi anak - anak dalam kondisi kurang gizi dan stunting sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus.

Halaman:

Tags

Terkini