humaniora

Pesta Raya Flobamoratas 2023, Seni dan Aksi untuk Bumi

Senin, 13 November 2023 | 11:38 WIB
PRF 2023 di Kupang

NTTHits.com, Kupang - Beragam acara disajikan untuk menyuarakan isu Krisis iklim dalam festival Pesta Raya Flobamoratas (PRF) 2023 telah digelar pada 3-4 November 2023 di Waterpark Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian kegiatan PRF 2023 dimulai pada Oktober 2023 dengan tajuk “Baku Dukung untuk PRF” dan acara puncak yang dilaksanakan pada 3-4 November 2023. Melalui Tema “Semangat Tanpa Batas” yang diusung pada Pesta Raya Flobamoratas tahun ini.

Baca Juga: Enggan Banding, Pemegang Saham Seri B Bank NTT Terima Putusan PN Kupang

Aliansi Voices for Just Climate Action (VCA) berkolaborasi bersama masyarakat dan komunitas muda di NTT dengan tema “Semangat Tanpa Batas” hadir membawa misi merayakan Budaya lokal dan aksi para pejuang iklim di NTT serta membumikan isu Iklim ke masyarakat yang lebih luas.

Serangkaian aksi dan aktivitas dapat diikuti oleh masyarakat seluruh NTT, khususnya Kota Kupang, dengan menitik beratkan pada kepedulian terhadap lingkungan, Pesta Raya Flobamoratas dalam pelaksanaannya, mengajak berbagai pihak untuk mengangkat cerita mengenai perubahan iklim, serta bagaimana masyarakat NTT beradaptasi, juga memotivasi untuk optimis dan maju.

Country Engagement Manager Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) Indonesia, Arti Indallah, mengatakan, membumikan narasi perubahan iklim memang bukan hal yang mudah, perlu berbagai cara salah satunya pendekatan melalui seni.

Baca Juga: 27 November, Bank NTT Gelar RUPS LB Minta Pertanggungjawaban Pengurus

“Melalui PRF, kami mencoba berbagai pendekatan melalui media seni, budaya, musik, untuk mendekatkan isu perubahan iklim dan keadilan sosial ke masyarakat, mengamplifikasi solusi iklim yang sesuai dengan konteks lokal, dan menggalang dukungan berbagai pihak untuk solusi iklim yang berkeadilan”kata Arti dalam rilis tertulis, Senin, 13 November 2023..

Koaksi Indonesia sebagai Perwakilan Koalisi Sipil sekaligus Ketua Panitia pelaksana PRF Tahun 2023, Ridwan Arif, menyampaikan keinginannya menjadikan PRF sebagai ruang untuk membawa isu krisis iklim lebih dekat ke semua pihak, bukan hanya pihak yang fokus pada isu Lingkungan, namun komunitas atau kelompok-kelompok lain misalnya pegiat seni, pangan dan pihak-pihak lain untuk lebih peduli pada krisis iklim.

"Karena krisis iklim akan dirasakan oleh semua pihak” kata Ridwan Arif.

Baca Juga: De Facto, Izhak Rihi Dirut Bank NTT yang Sah

Kegiatan puncak selama dua hari yang dihadiri lebih dari 2000 pengunjung tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas dimulai dari konser musik, gelaran Budaya, dan pangan lokal khas NTT. Masyarakat diajak terlibat secara langsung untuk menyuarakan krisis iklim bersama.

Selama Pesta Raya Flobamoratas, berbagai kegiatan dan acara digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang isu perubahan iklim. Para pengunjung diajak untuk terlibat dalam diskusi, pertunjukan seni yang menggambarkan dampak perubahan iklim di NTT.

Selain itu, acara ini juga menyediakan platform bagi komunitas lokal, untuk berkolaborasi dalam merancang solusi-solusi konkret untuk mengurangi dampak krisis iklim.

Halaman:

Tags

Terkini