Antisipasi Dampak El Nino, Ombudsman RI Minta Pemerintah Naikkan Kuota Pupuk Bersubsidi

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 4 Agustus 2023 | 16:53 WIB
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi

NTTHits.com, Bogor - Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika meminta agar pemerintah menaikkan kuota dan anggaran pupuk bersubsidi tahun 2023 yang semula 9 juta ton menjadi 18 juta ton, sebagai antisipasi terhadap dampak El Nino yang dapat menurunkan produktivitas pertanian. 

”Untuk mengantisipasi turunnya produktivitas pertanian akibat El Nino, Ombudsman meminta pemerintah menaikkan kuota pupuk bersubsidi menjadi 18 juta ton,” ucapnya di sela-sela kegiatan Workshop Transformasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi, Jumat, 4 Agustus 2023 di Sentul Kabupaten Bogor.

Baca Juga: DRPD TTU Datangi Pemkot Kupang Belajar Kelola Sampah dan Budidaya Ikan Air Tawar

Lebih lanjut Yeka menjelaskan, hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa El Nino memberikan dampak yakni menurunkan produksi pangan dan peningkatan harga pangan yang selanjutnya memberikan dampak peningkatan inflasi dan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian pangan, maka menambah kuota pupuk bersubsidi dapat dipertimbangkan menjadi salah satu opsi.

Dalam pembahasan mengenai transformasi kebijakan pupuk bersubsidi, salah satunya Yeka menggarisbawahi perlunya kebijakan ini disambungkan dengan upaya peningkatan jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Menurut Yeka, pupuk bersubsidi menyumbang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian pangan, yang kemudian dapat diserap oleh Bulog sehingga memenuhi target CBP secara nasional.

Baca Juga: Paket JITU 1 IndiHome, Solusi Aktivitas Digital Keluarga di Rumah

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah tahun ini minimal sebanyak 2,4 juta ton. “Arahan Bapak Presiden, meminta Bulog meningkatkan stok CBP dari yang sudah di-secured sebanyak 1,3 juta ton per 2 Agustus 2023, dengan target serapan 2,4 juta ton sampai akhir tahun 2023,” paparnya.

Dalam rangka menjamin ketersediaan beras untuk cadangan pangan, Arief mengatakan, telah diusulkan model kerja sama dengan pengadaan beras sejak dari on farm. Di antaranya penyediaan lahan pertanian sebanyak 500 ribu hektar, pendampingan dan penyuluhan petani, serta dukungan benih, pupuk dan jaringan irigasi. Pihaknya menargetkan produktivitas padi sebesar 5,2 ton/hektar. Langkah ini juga merupakan antisipasi dari dampak El Nino yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober 2023.

Baca Juga: Pungli di SMAN 3 Kupang, Siswa Wajib Setor Hingga Rp.550ribu Dengan Dalil Penuhi Syarat Mutu Sekolah

“Kuncinya adalah tingkatkan produksi beras dalam negeri, Bulog harus sudah siap menjadi standby buyer yang membeli beras dari petani lokal sesuai standar mutu yang ditetapkan,” ujar Arief. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Sumber: Humas Ombudsman RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X