Dialog Publik "Suara Bae Dari Timur" Manifesto Warga NTT Hadapi Krisis Iklim Global

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 27 September 2024 | 10:31 WIB
Dialog Publik " Suara Bae dari TImur"
Dialog Publik " Suara Bae dari TImur"

 

NTTHits.com, Sikka -  Pembacaan "Manifesto Suara Bae dari Timur" saat dialog publik yang diinisiasi Aliansi Voices for Just Climate Action (VCAdi Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan bagian dari Pesta Raya Flobamoratas (PRF), sebuah festival untuk mengangkat praktik baik masyarakat lokal dalam menghadapi krisis iklim.

Manifesto Suara Bae dari Timur merupakan pernyataan terbuka tuntutan masyarakat kepada seluruh pemangku kebijakan untuk memberi perhatian serius, kritis, dan adil terhadap dampak-dampak destruktif dari krisis iklim global terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan seperti kaum petani, nelayan, masyarakat adat, perempuan serta mereka yang hidupnya bergantung pada pengelolaan sumber daya alam.

Baca Juga: Prudential Indonesia Berkolaborasi dengan UNICEF Dorong Program Pengembangan Anak Usia Dini di Rote Ndao

Arti Indallah Tjakranegara dari VCA, berbagi tentang bagaimana VCA sebagai program berupaya menavigasi aksi-aksi lokal menghadapi perubahan dalam berbagai komunitas dengan isu yang sangat interaksional dan kontekstual.

“Perubahan iklim global, menuntut solidaritas global, kolaborasi bersama semua pihak untuk turut berpartisipasi menjamin keadilan iklim dan kedaulatan ekologis,”kata Arti, dalam rilis tertulis, Jumat, 27 September 2024. 

Manifesto Suara Bae dari Timur berangkat dari problem lokal dan inisiatif, serta kerja-kerja para anggota koalisi VCA yang telah menyumbang banyak praktik baik sebagai bentuk negosiasi, adaptasi, serta resistensi terhadap isu iklim, terutama berkaitan dengan kebijakan yang tidak ramah pada kelompok-kelompok paling terdampak. 

Baca Juga: Kampanye Perdana Paket JUANG di Biboki Tanpah. Bakar Semangat Pendukung, DJ - RB Sebut Kami Paslon Bupati - Wabup TTU Bukan Kaleng - Kaleng

Koalisi Adaptasi, Servasius Sidin mengatakan, berbagi tentang praktik-praktik baik yang di lakukan bersama dengan berbagai komunitas di Koalisi Adaptasi, menekankan tentang pentingnya advokasi kebijakan yang mengedepankan partisipasi warga terutama yang rentan dan paling terdampak terhadap isu iklim. 

"Di koalisi Adaptasi, kami menekankan tentang pentingnya advokasi kebijakan yang mengedepankan partisipasi warga,"kata Servasius.

Kepala Dinas Perikanan/Plt. Kepala Bapperida kabupaten Sikka, Paulus Hilarius Bangkur, menjelaskan Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya melihat seluruh krisis dan isu ekologi, khususnya iklim dari sisi kebijakan pemda.

“Ragam kemungkinan kerja kolaborasi multipihak dan lintas sektor butuh digalakan dan dilaksanakan secara kolaboratif dan reparatif bagi semua,” kata Paulus.

Baca Juga: Politisi Perindo TTU Berbalik Dukung Paslon Bupati - Wabup TTU 'JUANG' Yang Diusung PDIP, Hanura, P3. Falentinus Makun : Paslon Lain Stop Omong Kosong

Perwakilan Koalisi Pangan Baik dan juga Ketua Panitia Pelaksana PRF tahun 2024, Brian Benedicto, menjelaskan, dialog publik "Suara Bae Dari Timur" menjadi wadah pembacaan Manifesto yang sudah dirumuskan oleh para Local Champion komunitas lokal tidak hanya sebagai objek dari kebijakan atau program, tetapi sebagai subjek aktif yang mengutarakan solusi, kreativitas serta rekomendasi bagi pemerintah di dalam menanggulangi masalah lingkungan dan perubahan iklim yang lebih adil, terutama terhadap kelompok rentan yang paling terdampak. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X