NTTHits.com Kupang - Terhitung mulai tanggal 7 Maret 2023, PT. Pertamina mewajibkan konsumen pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan barcode khusus aplikasi Mypertamina.
"Untuk NTT, kita akan mulai pada tanggal 7 Maret 2023, pengguna solar subsidi sudah diwajibkan menggunakan OR Code,"kata Area Manager Communication Relations dan CSR PT.Pertamina PArta Niaga region Jatimbalinus, Deden Idhani, saat sosialisasi perluasan uji coba implementasi full cycle subsidi dengan QR Code, Selasa, 28 Pebruari 2023.
Baca Juga: DPRD NTT Pertanyakan Urgensi Kebijakan yang Mewajibkan Sekolah Jam 5 Pagi
Program tersebut bertujuan agar BBM subsidi tepat sasaran dan menghindari kecurangan dilapangan yang kerap terjadi, menurut dia, perluasan uji coba implementasi full cycle subsidi dengan QR Code di 22 kabupaten/kota di NTT, mewajibkan konsumen pengguna BBM subsidi menggunakan barcode. hal tersebut juga bertujuan mengurangi beban pemerintah pusat, dimana anggartan subsidi BBM mencapai Rp.500triliun.
Commrels Pertamina Jatimbalinus, Taufik Kurniawan,mengatakan, berdasar data pertamina tahun 2022, untuk kuota solar NTT bagi retail yakni SPBU sebanyak 0,17juta kl menjadi 0,18juta kl, sedangkan kuota pertalite untuk NTT sebanyak 0,35juta kiloliter (kl) naik menjadi 34persen atau 0,47juta kl,
Selain itu kebutuhan minyak tanah yang sebelumnya 105ribu kl ditambah menjadi 108ribu kl, dan di tahun 2023 NTT mendapat kuota sebanyak 109ribu kl atau 0,87persen.
Baca Juga: Di NTT, Siswa SMA Wajib Masuk Sekolah Jam 5.00 Wita Khusus Kelas XII
"NTT ini ada penambahan, pada prinsipnya NTT yang mayoritas pengeraknya sektor pertanian, kami akan terus support, untuk penggunaan BBMnya di permudah,"kata Taufiq.
Adapun mekanisme dapatkan BBM subsidi, masyarakat pengguna diwajibkan untuk melakukan pendaftaran menggunakan web yang sudah tersedia di subsiditepat.mypertamina.id, setelah itu masyarakat mengisi data diri dan kendaraan, setelah itu akan dilakukan verifikasi dan akan mendapatkan barcode, namun bila menemui kendala dapat langsung menghubungi help desk pertamina yang berada di tiap SPBU.
"Tiap SPBU ada helpdesk yang akan membantu konsumen BBM subsidi, agar dapat melakukan pendaftaran guna mendapaat barcode,"tambah Taufiq.
Tercatat jumlah konsumen pengguna BBM Subsidi di NTT yang telah terdaftar dan terverifikasi sebanyak 29.846, sedangkan yang sudah mendaftar namun masih dalam proses edit data sebanyak 22.562 dan belum terverifikasi sebanyak 5 konsumen pengguna.
Dari sisi jumlah konsumen pengguna produk yakni pertalite sebanyak 37.811 dan pengguna solar sebanyak 14.602 konsumen, total konsumen pengguna BBM Subsidi yang sementara terdaftar di NTT sebanyak 52.413.
Penyaluran BBM bersubsidi tersebut juga merupakan bentuk komitmen PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan amanah penugasan pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi dengan tujuan dari aturan distribusi BBM bersubsidi tersebut agar tepat sasaran dan tepat kuota. (*)