Menurut dia, penurunan terjadi di semua kelompok, baik inflasi inti, harga pangan yang bergejolak maupun harga yang diatur oleh pemerintah. Inflasi di seluruh wilayah tercatat menurun dan berada dalam sasaran inflasi nasional.
Perry mengakui pencapaian ini berkat eratnya sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta konsistensi kebijakan BI dalam Tim Pengendali Inflasi pusat dan daerah, juga berkat kesuksesan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dicanangkan Presiden pada 18 Agustus 2022 lalu. Diperkirakan inflasi nasional akan tetap terkendali hingga akhir tahun, di kisaran angka 3,0 persen dan pada tahun 2024 mendatang ditargetkan bisa turun hingga 2,5 persen,
Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay, usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas kerja kolaborasi dan kerja sama yang baik, sehingga bisa meraih penghargaan ini.
Baca Juga: Buntut Dugaan Monopoli PT Wilmar, Ombudsman RI Desak Pemerintah Revitalisasi Penggilingan Padi
“Terima kasih kepada BI, Bulog, BPS, Forkopimda, perangkat daerah, para pengusaha, para penjual di pasar serta semua pihak yang sudah ikut terlibat dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Terima kasih juga untuk Pj Wali Kota Kupang sebelumnya, George Hadjoh, berkat kerja kerasnya,” kata Fahren. (*)