Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan I 2024 Terendah di Wilayah Nusa Tenggara

photo author
- Senin, 6 Mei 2024 | 14:49 WIB
Jumpa Pers BPS NTT
Jumpa Pers BPS NTT

NTTHits.com, Kupang - Perekonomian provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat terendah dalam wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) pada triwulan I tahun 2024.

Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, menyatakan, jika dilihat dalam kawasan Bali dan Nusa Tenggara, NTT memberikan kontribusi sebesar 22,04persen, jadi kontribusi tentunya di bawah Bali sebesar 47,91 persen dan NTB sebesar 30,05persen.

Baca Juga: Maknai 50 Tahun, ChildFund Konsisten Wujudkan Anak - anak di NTT Dapatkan Hak dan Menggapai Potensi

"Jika dilihat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini, pertumbuhan ekonomi NTT itu terendah dibanding Bali dan NTB,"kata Kepala BPS NTT, Matamira Kale, Senin, 6 Mei 2024.

Menurut dia, kontribusi perekonomian Bali tercatat tertinggi dikawasan Nusra didukung kuat oleh sektor pariwisata dan NTB didukung dari sektor pertambangan, sedangkan NTT, seperti diketahui didukung dari sektor pertanian, perdagangan dan pemerintahan.

Baca Juga: Maju Balon Cagub NTT, Andre Garu Siap Berjuang Keluar Stigma Miskin

Adapun struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 28,88persen, sementara kategori perdagangan sharenya sebesar 12,8persen, administrasi pemerintahan sebesar 12,43persen.

Kalau dilihat dari pertumbuhan ekonominya, menurut kategori lapangan usaha yang tertingi yakni pengadaan listrik dan gas tumbuh 15,22persen, diikuti industri pengolahan tumbuh 11,95 persen, dan penyediaan akomodasi tumbuh sebesar 10,06persen.

Baca Juga: BI, Inflasi Provinsi NTT Tetap Terjaga di Momen Idulfitri 1445 Hijriah

"Pertumbuhan pada triwulan I 2024 ini kalau dibandingkan dengan 2023 dan 2022, bahwa dibanding 2022 cukup meningkat, namun di tahun 2023 perekonomian melambat"tambah Matamira.

Pertumbuhan ekonomi NTT yang melambat dipengaruhi sektor paling dominan yakni sektor pertanian yang bergantung pada kondisi musim yang mempengaruhi seluruh produksi komoditas. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X